Riduan M Yusuf menilai Pordezon III Segedong menjadi ajang pembinaan atlet bola voli, mempererat silaturahmi, dan membuka peluang ekonomi bagi UMKM Mempawah.
MEMPAWAH – Pekan Olahraga Desa per Zona (Pordezon) III di Kecamatan Segedong tidak hanya menjadi ajang kompetisi bola voli, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Mempawah yang juga Wakil Ketua DPRD Mempawah, Riduan HM Yusuf, menilai Pordezon memiliki peran strategis dalam memperluas pembinaan atlet sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat antardesa.
Menurut Riduan, penyelenggaraan kompetisi olahraga hingga tingkat kecamatan memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mengembangkan potensi mereka.
“Pordezon bukan sekadar ajang pertandingan bola voli untuk mencari siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan atlet, mempererat silaturahmi antarmasyarakat, sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi warga melalui keterlibatan pelaku UMKM,” ujarnya.
Pordezon III resmi dibuka Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, di Lapangan Bola Voli King Abdul Aziz, Kecamatan Segedong, Senin (19/10) malam.
Pembukaan tersebut turut dihadiri Ketua PBVSI Provinsi Kalimantan Barat H. Boyman Harun, Ketua PBVSI Kabupaten Mempawah Riduan HM Yusuf, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah Abdul Malik, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Segedong, serta tamu undangan lainnya.
Riduan mengatakan, kompetisi seperti Pordezon menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembinaan bola voli di Kabupaten Mempawah. Melalui turnamen yang melibatkan wilayah kecamatan dan desa, potensi atlet muda diharapkan dapat terpantau dengan lebih baik.
Kesempatan bertanding juga memberikan pengalaman berharga bagi para pemain untuk meningkatkan keterampilan teknis, membangun mental kompetitif, dan memahami pentingnya kerja sama tim.
“Kami ingin pembinaan bola voli di Kabupaten Mempawah tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Melalui Pordezon, atlet-atlet dari desa dan kecamatan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mengembangkan potensi mereka,” katanya.
Menurut Riduan, pembinaan atlet membutuhkan kompetisi yang berkelanjutan agar para pemain memiliki ruang untuk mengukur kemampuan sekaligus mengevaluasi hasil latihan.
Karena itu, ia berharap Pordezon dapat terus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga daerah, terutama dalam menyiapkan atlet-atlet muda yang berpotensi bersaing di tingkat lebih tinggi.
Selain mendukung pembinaan atlet, Pordezon III juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi pertandingan.
Kehadiran atlet, ofisial, penonton, dan warga dari berbagai wilayah berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, terutama bagi pedagang makanan, minuman, serta pelaku UMKM lainnya.
Riduan menilai, kegiatan olahraga yang melibatkan partisipasi masyarakat dapat memberikan manfaat lebih luas apabila diikuti dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal.
“Kami berharap kehadiran Pordezon memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika pertandingan berlangsung dan masyarakat ramai datang menyaksikan, pelaku UMKM juga memiliki peluang untuk meningkatkan penjualan. Jadi, manfaatnya bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, Riduan mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun kemeriahan pertandingan, tetapi juga dari kualitas kompetisi dan sikap para atlet selama bertanding.
Sportivitas, disiplin, dan penghormatan terhadap lawan harus menjadi bagian penting dalam setiap pertandingan. Nilai-nilai tersebut diperlukan untuk membangun karakter atlet sekaligus menciptakan iklim kompetisi yang sehat.
“Dalam bola voli, kemampuan individu memang penting, tetapi kekompakan tim menjadi kunci. Karena itu, kami berharap seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, dan menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar serta meningkatkan kemampuan,” tegasnya.


