SUI PINYUH – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan mendorong warga Desa Bakau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, untuk melakukan aksi swadaya memperbaiki jembatan box culvert yang berlubang di daerah mereka. Perbaikan dilakukan secara bergotong royong pada malam hari, Senin (19/5), dengan menggunakan coran semen untuk menutup lubang yang dianggap membahayakan pengendara.

Jembatan yang terletak di jalur strategis kawasan Pantura ini sudah lama mengalami kerusakan. Lubang besar di permukaan jembatan menjadi ancaman serius, terutama bagi pengendara sepeda motor. Tidak sedikit warga, bahkan pengendara dari luar daerah, yang mengalami kecelakaan akibat kondisi jembatan yang tidak layak dilalui.

Hendri, salah seorang warga yang turut serta dalam kegiatan ini, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan masyarakat terhadap banyaknya insiden kecelakaan yang terjadi.

“Sudah sering kami lihat pengendara jatuh, terutama malam hari atau saat hujan, karena mereka tidak tahu ada lubang besar di jembatan. Kami tidak bisa menunggu terus, jadi kami putuskan untuk memperbaikinya sendiri semampu kami,” ujarnya.

Kegiatan perbaikan dilakukan dengan alat dan bahan seadanya. Warga mengumpulkan dana secara sukarela untuk membeli semen dan pasir, kemudian secara bersama-sama menutup lubang dengan campuran coran semen. Proses pengerjaan dilakukan malam hari untuk menghindari kemacetan dan gangguan terhadap lalu lintas yang cukup padat pada siang hari.

Aksi swadaya ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian warga terhadap keselamatan sesama pengguna jalan, tetapi juga sebagai bentuk kritik konstruktif terhadap lambatnya respon pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Warga berharap, dengan langkah awal yang mereka lakukan ini, pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan lebih lanjut untuk memperbaiki jembatan secara permanen dan melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas jalan Sungai Pinyuh – Mempawah yang banyak mengalami kerusakan serupa.

Kegiatan seperti ini juga menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas warga yang masih kuat, namun juga menjadi sinyal bahwa pelayanan infrastruktur dasar di beberapa wilayah masih perlu perhatian serius dari pihak berwenang.

“Kami ingin pemerintah segera turun tangan, karena kondisi jalan dan jembatan rusak ini sangat membahayakan. Jangan sampai harus menunggu jatuh korban jiwa baru diperbaiki,” tambah Hendri.