Pemkab Mempawah menerima mahasiswa PLP II Universitas PGRI Pontianak untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah menerima 25 mahasiswa Universitas PGRI Pontianak yang mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Tahun Akademik 2025/2026. Penyerahan mahasiswa berlangsung di Gedung PGRI Mempawah, Selasa (26/8/2025), dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, yang mewakili Bupati.
Acara ini juga dihadiri Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhammad Firdaus, yang secara langsung menyerahkan para mahasiswa kepada Pemkab Mempawah.
Sebanyak 25 mahasiswa akan ditempatkan di enam sekolah, yaitu SMPN 1 Segedong, SMPN 1 Mempawah Hilir, SMPN 1 Toho, SMAN 1 Sungai Pinyuh, SMAN 2 Mempawah Hilir, dan SMAN 1 Toho. Program ini berlangsung selama tiga bulan, dengan harapan mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu dari kampus ke dunia nyata, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan global.
Dalam sambutannya, Ismail menekankan bahwa PLP bukan sekadar program akademik rutin, melainkan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi pendidik masa depan. Menurutnya, mahasiswa calon guru harus memiliki keterampilan praktis dalam mengajar dan membimbing siswa, tidak hanya menguasai teori.
“Keberadaan mahasiswa PLP sangat relevan, karena mampu menghadirkan inovasi pembelajaran, menumbuhkan motivasi belajar siswa, serta mendukung keterampilan abad 21 di sekolah,” ungkap Ismail.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar bersikap disiplin, profesional, serta berkolaborasi dengan guru dalam menerapkan literasi digital, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan media kreatif.
Ismail menyoroti beberapa tantangan pendidikan di Mempawah, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di bawah rata-rata provinsi dan rendahnya tingkat partisipasi sekolah di pedesaan. Karena itu, peran mahasiswa PLP diharapkan dapat membantu mengatasi kesenjangan ini.
“Guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan jiwa. Keikhlasan dan semangat melayani adalah kunci utama,” tegas Ismail.


