Aksi mahasiswa di DPRD Mempawah kembali berlangsung menuntut pembatalan anggaran pendopo Rp15 miliar. Sekwan hadir menerima aspirasi karena pimpinan dewan masih reses.

MEMPAWAH – Demonstrasi mahasiswa dari berbagai aliansi di Kabupaten Mempawah kembali digelar di halaman Gedung DPRD Mempawah, Rabu (3/12/2025) sore. Aksi ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa sehari sebelumnya, yang menuntut kepastian pembatalan anggaran pembangunan pendopo rumah dinas senilai Rp15 miliar.

Sejumlah mahasiswa berharap dapat bertemu langsung dengan anggota maupun pimpinan DPRD. Namun, seluruh legislator diketahui sedang menjalankan agenda reses. Sekretaris DPRD Mempawah, Maspupah, kemudian ditunjuk untuk mewakili pimpinan dalam menerima aspirasi para demonstran.

Maspupah menegaskan bahwa semua masukan mahasiswa akan diteruskan kepada unsur pimpinan dewan. Ia menambahkan bahwa reses berlangsung sejak 30 November hingga 6 Desember sehingga pimpinan tidak dapat hadir menemui massa.

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan aparat gabungan Polres Mempawah, TNI AD, Marinir, dan Satpol PP. Kapolres Mempawah, AKBP Jonathan David, memimpin langsung pengamanan jalannya aksi di lokasi.

Dalam orasinya, mahasiswa menyebut anggaran Rp15 miliar untuk pembangunan pendopo rumah dinas tidak tepat dan lebih baik dialihkan pada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa juga menyatakan akan kembali menyampaikan aspirasi pada 8 Desember mendatang.

Maspupah yang duduk bersama para mahasiswa menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan DPRD. Ia menjelaskan, pimpinan dewan tidak dapat menemui massa karena sedang menjalankan agenda reses yang dijadwalkan pada 30 November hingga 6 Desember.

“Pagi tadi saya menerima surat dari aliansi mahasiswa yang kembali melakukan aksi hari ini. Setelah saya teruskan kepada unsur pimpinan, pelaksanaan penerimaan aspirasi dilimpahkan kepada saya karena pimpinan sedang reses,” ujarnya.

Maspupah menyebut agenda pimpinan dewan pada tanggal perencanaan aksi mahasiswa selanjutnya dalam kondisi kosong, sehingga memungkinkan mereka hadir langsung pada agenda yang direncanakan berlangsung di Kantor Bupati Mempawah.

“Saya diminta menampung seluruh aspirasi, meskipun tidak disampaikan tertulis. Tetap akan saya laporkan, dan pimpinan yang menentukan langkah selanjutnya,” ungkapnya.