Wakil Ketua DPRD Mempawah Riduan M Yusuf mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir kiriman, tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG.

MEMPAWAH – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Riduan M Yusuf, mengajak masyarakat di Kota Mempawah dan wilayah sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, khususnya banjir kiriman dari daerah hulu. Meski demikian, ia menegaskan agar warga tidak terpancing kepanikan dan tetap mengandalkan informasi resmi dari sumber yang dapat dipercaya.

Riduan yang akrab disapa Wowon menjelaskan, berdasarkan kondisi banjir di wilayah perhuluan Sungai Mempawah, tidak menutup kemungkinan air akan mengalir hingga ke kawasan perkotaan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

“Melihat situasi banjir di daerah hulu, potensi banjir kiriman ke Kota Mempawah bisa saja terjadi. Masyarakat kami minta untuk tetap waspada dan berhati-hati,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan banjir agar melakukan langkah antisipatif sejak dini, termasuk mengamankan barang-barang berharga yang rentan rusak akibat genangan air.

“Dokumen penting, peralatan elektronik, dan barang berharga lainnya sebaiknya disimpan di tempat yang aman. Dengan begitu, ketika banjir terjadi masyarakat tidak lagi terburu-buru menyelamatkan barang,” katanya.

Selain itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Mempawah tersebut menekankan pentingnya masyarakat mengikuti perkembangan informasi kebencanaan dari instansi resmi seperti BPBD dan BMKG. Informasi yang akurat dinilai sangat membantu warga dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana.

“Masyarakat bisa terus memantau informasi dari BPBD, BMKG, maupun sumber resmi lainnya agar lebih siap dan siaga,” tambahnya.

Riduan juga meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui BPBD untuk terus melakukan pemantauan intensif di lapangan, terutama di titik-titik yang berpotensi mengalami banjir. Termasuk persiapan penyediaan peralatan penyelamatan seperti perahu karet dan rompi pelampung.

“Kami berharap petugas BPBD aktif memonitor kondisi di lapangan, sehingga dapat bertindak cepat apabila terjadi situasi darurat,” tegasnya.

Tak hanya itu, koordinasi antara BPBD, perangkat desa, dan unsur masyarakat juga dinilai penting agar penanganan banjir dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

“Jika ada laporan banjir, segera lakukan penanganan. Bahkan bila diperlukan evakuasi, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkas Riduan.