Kecamatan Sungai Pinyuh memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla dengan sinergi lintas sektor, pembentukan posko, patroli hingga penyiapan embung dan sumur bor.

SUNGAI PINYUH — Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Pemerintah kecamatan bersama unsur TNI-Polri, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemadam kebakaran dan tenaga kesehatan menggelar rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Aula Kantor Camat Sungai Pinyuh, Rabu (26/8).

Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB itu dihadiri Camat Sungai Pinyuh Ngatmo, Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana, Danramil Sungai Pinyuh Kapten Inf Arif Cahyono, para lurah dan kepala desa, Bhabinkamtibmas, perwakilan MPA, puskesmas, BPA Sungai Pinyuh, Pemadam Api Jaguar serta perwakilan SPBU.

Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana mengatakan, ancaman karhutla membutuhkan penanganan bersama karena setiap unsur memiliki peran dalam pencegahan maupun penanganan di lapangan.

“Dalam penanganan karhutla, seluruh stakeholder yang ada di wilayah kecamatan dan desa harus bersama-sama berperan aktif. Pencegahan dan penanganan harus dilakukan secara terpadu,” ujar Agus.

Untuk memperkuat koordinasi, Agus mendorong segera dibentuknya posko karhutla. Posko tersebut nantinya menjadi pusat komunikasi dan koordinasi, khususnya dalam menerima informasi, memantau perkembangan kondisi wilayah serta mempercepat respons apabila ditemukan titik api.

Peran pemerintah desa juga menjadi perhatian. Para kepala desa diminta mengoptimalkan keterlibatan MPA sebagai unsur masyarakat yang berada dekat dengan kawasan rawan kebakaran.

“Kepala desa dapat membantu dengan melibatkan masyarakat peduli api dalam penanganan karhutla. Dengan keterlibatan masyarakat, kejadian di lapangan bisa lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti,” katanya.

Selain sumber daya manusia, kesiapan sarana dan prasarana juga dinilai penting. Agus meminta desa yang memiliki potensi kerawanan tinggi menyiapkan fasilitas pendukung seperti embung, sekat kanal dan sumur bor.

Menurutnya, ketersediaan sarana tersebut diperlukan untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air ketika kebakaran terjadi, terutama di wilayah yang jauh dari sumber air atau sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Dukungan sektor usaha turut diharapkan dalam memperkuat operasional penanggulangan karhutla. Kapolsek mengajak pihak SPBU maupun perusahaan yang berada di Kecamatan Sungai Pinyuh berperan dalam mendukung kebutuhan operasional pemadaman.

Di sisi lain, upaya pencegahan tetap menjadi langkah utama. Agus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membakar hutan dan lahan serta membuang puntung rokok sembarangan.

“Melalui Kades, MPA, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, kami mengajak serta mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membakar hutan dan lahan. Termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.

Pengawasan di kawasan rawan juga akan diperkuat melalui patroli dan pemantauan yang melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, MPA, perangkat desa serta masyarakat.

Langkah tersebut penting dilakukan seiring kondisi cuaca panas dan lahan yang cenderung kering. Kondisi itu dapat meningkatkan potensi munculnya titik panas dan mempercepat penyebaran api apabila kebakaran tidak segera ditangani.

Api yang awalnya berukuran kecil juga dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas, khususnya pada kawasan dengan vegetasi kering serta lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam.

Agus berharap hasil rapat koordinasi tersebut dapat memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi karhutla, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemantauan hingga penanganan ketika terjadi kebakaran.

“Melalui pertemuan ini, seluruh unsur terkait diharapkan semakin siap melakukan pencegahan, deteksi dini, pemantauan hingga penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh,” tutupnya.