MEMPAWAH – Upaya melestarikan sejarah dan budaya lokal terus digalakkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Mempawah melalui kegiatan bedah buku bertajuk Sejarah Mempawah Tempo Doeloe. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (11/6) di Wisma Chandramidi dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Drs. H. Ismail, MM.
Buku yang dibedah merupakan karya mendiang Ellyas Suryani Soren, seorang tokoh penting dalam dunia seni dan literasi Mempawah. Karyanya dinilai sebagai dokumentasi berharga yang merekam perjalanan sejarah serta kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Sekda Ismail menekankan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai bagian dari strategi membangun masyarakat yang melek literasi.
“Bedah buku ini merupakan langkah konkret dalam menumbuhkan budaya membaca dan berpikir kritis di tengah masyarakat kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan terhadap karya Ellyas Suryani Soren yang disebutnya sebagai “warisan intelektual” yang pantas dijadikan sumber rujukan sejarah, baik untuk generasi saat ini maupun mendatang.
“Tidak banyak orang yang mampu menuangkan sejarah daerah secara sistematis dalam bentuk tulisan. Ini harus kita apresiasi dan jaga keberlanjutannya, bahkan bisa menjadi bahan ajar di sekolah,” lanjut Ismail.
Ia juga mendorong agar kegiatan literasi seperti ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut menulis dan mengangkat kisah-kisah lokal.
“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan rekam jejak sejarah dan budaya Mempawah. Sudah saatnya mereka ikut mencatat dan mewariskan nilai-nilai lokal melalui tulisan,” katanya.
Kepala Dispussip Mempawah, Nurmala, dalam laporannya kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 62 peserta, terdiri dari 20 mahasiswa dan 42 siswa SMA/sederajat. Selain itu, dua narasumber turut dihadirkan dalam bedah buku ini, yakni Dwi Cahyo Prasetyo dari Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Beno Supriyatni dari Forum Indonesia Menulis, yang memberikan perspektif akademis serta pengalaman menulis sejarah berbasis lokalitas.
“Kami menyampaikan bahwa acara ini juga bertujuan memperkenalkan koleksi unggulan perpustakaan daerah kepada pelajar dan mahasiswa,” tukasnya.


