SAMARINDA – Ratusan kader Tim Penggerak PKK dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dalam perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X tahun 2025. Forum ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan langkah, menyegarkan komitmen, dan memperkuat peran perempuan dalam mendorong pembangunan nasional berbasis keluarga.
Mengusung semangat pemberdayaan dari akar rumput, Rakernas X menegaskan pentingnya sinergi antara PKK dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan, seperti penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kesehatan ibu-anak, hingga percepatan penurunan stunting di daerah.
“Gerakan PKK telah menyumbang sekitar 60 persen dari capaian pembangunan nasional. Ini bukti bahwa perempuan memiliki posisi sentral dalam menciptakan perubahan,” kata DR. Hj. Erlina, SH, MH, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, saat memimpin delegasi Kalbar dalam forum tersebut.
Bupati Kabupaten Mempawah tersebut juga mengatakan, Rakernas ini tidak hanya berisi evaluasi program dan penyusunan agenda ke depan, tetapi juga menyajikan paparan dari para tokoh nasional, termasuk Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadang Hindayana. Diskusi-diskusi tematik difasilitasi oleh Nitta Rosalin dari Direktorat Fasilitasi LKAD, PKK dan Posyandu Kemendagri.
Hj. Erlina menekankan bahwa PKK bukan hanya pendamping program pemerintah, melainkan motor penggerak yang membangun pondasi bangsa dari tingkat keluarga.
“Kami terus bergerak, berinovasi, dan menjawab kebutuhan zaman dengan tetap memegang teguh nilai-nilai pemberdayaan keluarga,” tegasnya.
Kegiatan ini memperkuat peran PKK sebagai pilar utama pembangunan sosial berbasis keluarga. Isu-isu penting seperti ketahanan keluarga, kemandirian ekonomi rumah tangga, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi sorotan utama dalam forum tersebut.
“Rakernas X ini diyakini menjadi pijakan penting menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Di balik program-program besar nasional, ada kekuatan senyap yang bekerja konsisten, para kader PKK yang membangun bangsa dari rumah ke rumah,” pungkas dia.


