MEMPAWAH – Warga Tionghoa di Desa Kuala Secapah digemparkan dengan kehilangan wadah dupa yang terbuat dari tembaga, atau yang biasa disebut Hio Lo di Klenteng Tie Kung Kiung, Dewa Ng Kuk Sin Ti, Minggu (22/12) pagi.

Tak tanggung-tanggung, enam buah Hio Lo digondol maling dan menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.

“Satu Hio Lo ukuran paling besar, diameter sekitar 22 cm. Lima lainnya, berukuran sedang dan kecil,” ungkap Hendry Ardiansyah, Bendahara Klenteng Tie Kung Kiung.

Menurut Hendry, kejadian pencurian di kelenteng yang terletak di Jalan A. Rani, RT 15 RW 08 tersebut awalnya diketahui petugas yang biasanya mengurus peribadatan umat Tionghoa di kelenteng Tie Kung Kiung. Ketika membuka pintu depan kelenteng, baru diketahui Hio Lo sudah tidak berada di tempatnya.

“Pengurus mengetahui kejadian pencurian sekitar pukul 05.00 pagi, pada saat akan membuka kelenteng untuk orang beribadah, dan kaget karena Hio Lo tembaga sudah tidak ada,” katanya.

Hendry melanjutkan, pengurus itu lalu melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya, dan bersama beberapa pengurus, mereka langsung menuju kelenteng guna melihat kondisinya secara langsung.

“Enam Hio Lo tembaga di meja altar diganti dengan yang dari tembaga. Sepertinya agar mudah membawanya, pencuri membuang abu bekas hio ke lantai,” jelas dia.

Hendry menduga pencuri masuk melalui bagian belakang kelenteng yang baru direnovasi. Bagian tersebut memang memudahkan pencuri sebab hanya ditutup dengan multiplek sebagai dinding sementara.

“Kelenteng memang direnovasi di bagian belakang, kita lihat pencuri masuk dari situ dengan membengkas multiplek. Kalau di depan ditutup dengan pintu besi,” tuturnya.

Kejadian pencurian tersebut, lanjutnya lagi, tentunya mengejutkan pengurus dan warga sekitar. Pasalnya sejak 1987 kelenteng tersebut berdiri, tidak pernah sekalipun mengalami kejadian pencurian.

“Bagian belakang kelenteng memang tidak ada pemukiman warga, hanya di depan saja, tapi sudah puluhan tahun kondisinya aman-aman saja, kemungkinan pencuri memanfaatkan kondisi bangunan kelenteng yang sedang direnovasi,” ucap dia.

Hingga saat ini, Hendry mengatakan pihaknya masih berupaya mencari keberadaan Hio Lo tersebut, dengan menyebarkan informasi pencurian di medsos dan kepada rekan-rekannya. Upaya tersebut dilakukan karena menurut kepercayaan mereka, Hio Lo merupakan salah satu benda sakral yang sangat penting dan memiliki nilai sejarah tinggi.

“Kami sangat kehilangan dan sedih atas kehilangan ini, semoga segera bisa ketemu. Apalagi sebentar lagi mau perayaan Imlek, biasanya kami bersih-bersih kelenteng, termasuk mengelap Hio Lo sampai mengkilap,” pungkas dia.