Ketua DPRD Mempawah Safruddin Asra meminta pemerintah daerah dan Pertamina memperbaiki sistem distribusi solar subsidi bagi nelayan agar lebih tertata, tepat sasaran, dan tidak mengganggu pelayanan di SPBU.

MEMPAWAH – Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera memperbaiki mekanisme distribusi solar subsidi bagi nelayan agar penyalurannya lebih tertata dan tidak menimbulkan kendala di lapangan.

Menurut Safruddin, perhatian terhadap kebutuhan bahan bakar bersubsidi tidak hanya diberikan kepada sektor transportasi darat dan angkutan barang, tetapi juga kepada para nelayan yang setiap hari bergantung pada solar untuk melaut dan mencari nafkah.

“Jangan sampai kebutuhan solar subsidi bagi nelayan terabaikan. Mereka membutuhkan bahan bakar setiap hari untuk mencari nafah, sehingga distribusinya juga harus menjadi perhatian bersama,” ujar Safruddin.

Ia menilai selama ini pembahasan mengenai penyaluran solar subsidi lebih banyak berfokus pada kendaraan angkutan. Padahal, nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi untuk menunjang aktivitas ekonomi.

Karena itu, Safruddin mengusulkan adanya sistem distribusi yang lebih baik di SPBU agar proses pengisian solar subsidi bagi nelayan tidak berbenturan dengan kendaraan umum maupun truk angkutan.

“Pengaturan mekanisme penyaluran akan memberikan kepastian bagi nelayan, sekaligus mengurangi potensi antrean maupun permasalahan di lapangan,” katanya.

Selain itu, ia mendorong Dinas Perikanan Kabupaten Mempawah segera berkoordinasi dengan Pertamina guna merumuskan solusi terbaik terkait mekanisme penyaluran solar subsidi khusus bagi nelayan.

Safruddin berharap koordinasi tersebut dapat menghasilkan kebijakan yang mampu menjamin ketersediaan bahan bakar bagi nelayan tanpa mengganggu pelayanan kepada pengguna solar subsidi lainnya.

“Bisa saja disiapkan barcode khusus untuk nelayan atau skema lain yang lebih efektif. Yang terpenting, distribusi solar subsidi bagi nelayan berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan bagi kendaraan umum lainnya,” pungkasnya.