H. Anwar menyerap aspirasi warga Desa Sambora dalam reses DPRD Mempawah, mulai dari irigasi, jalan, listrik, PJU hingga pengembangan wisata.

MEMPAWAH — Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, H. Anwar, S.Pd., S.H., M.H., turun langsung menemui masyarakat Desa Sambora, khususnya warga Dusun Tunas Jaya, dalam kegiatan reses ke I Tahun Persidangan ke I 2026–2027.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 peserta tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan sekaligus bagi H. Anwar untuk menyampaikan perkembangan program dan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang telah diperjuangkannya.

Dalam reses tersebut hadir kepala desa, para ketua RT, tokoh masyarakat serta warga setempat.

H. Anwar mengatakan, kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat untuk turun langsung ke daerah konstituen dan mendengar kebutuhan masyarakat.

“Ini reses saya yang kelima. Jadi, wilayah ini merupakan bagian dari daerah konstituen saya yang harus saya datangi, saya dengarkan aspirasinya dan kemudian saya perjuangkan sesuai kemampuan serta kewenangan yang kita miliki,” kata H. Anwar.

Ia menjelaskan, sejumlah aspirasi masyarakat Sambora yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan reses mulai terealisasi. Salah satunya berkaitan dengan pembangunan jaringan listrik di Dusun Tunas Jaya.

Menurutnya, sebelum jaringan PLN masuk, masyarakat setempat menggunakan jaringan listrik secara swadaya dengan kapasitas yang terbatas.

“Dulu masyarakat memang sudah memiliki jaringan, tetapi sifatnya masih swadaya dan kapasitasnya terbatas. Bahkan ketika malam hari tidak semua warga bisa menggunakan listrik secara maksimal,” jelasnya.

H. Anwar menyebut, dirinya kemudian melakukan koordinasi langsung dengan pihak PLN Mempawah agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, aspirasi itu bisa direalisasikan. Mulai dari gardu sampai jaringan yang masuk ke masyarakat sekarang sudah tersedia. Ini tentu menjadi kabar baik bagi warga,” ujarnya.

Selain jaringan listrik, aspirasi mengenai penerangan jalan umum (PJU) juga telah direalisasikan melalui Dinas Perhubungan. Penerangan tersebut kini membantu meningkatkan pencahayaan di sejumlah jalan lingkungan yang digunakan masyarakat.

Sementara pada 2026, aspirasi lain yang menjadi perhatian adalah penguatan tebing di sepanjang jalan lingkungan warga. Kondisi jalan yang melintasi area persawahan dinilai membutuhkan turap atau penahan agar badan jalan tetap kokoh dan tidak mudah mengalami kerusakan.

“Tahun ini masyarakat menyampaikan kebutuhan perkuatan tebing. Jalan lingkungan melewati kawasan sawah sehingga perlu dibendung atau dibuat turap untuk menjaga kekuatan jalan. Aspirasi ini juga sudah kita masukkan melalui Dinas Pekerjaan Umum,” terang H. Anwar.

Warga Usulkan Pintu Air dan Kelanjutan Jalan

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat kembali menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih harus diperjuangkan. Salah satunya pembangunan pintu air beserta saluran irigasi untuk mendukung pengairan lahan persawahan.

Warga juga meminta agar pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan yang sebelumnya telah diusulkan dapat dilanjutkan. Menurut H. Anwar, usulan tersebut akan dicatat dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta kewenangan pemerintah daerah.

“Masih banyak kebutuhan masyarakat yang disampaikan. Ada kebutuhan pintu air, saluran irigasi, kemudian kelanjutan pembangunan jalan yang sebelumnya sudah kita perjuangkan. Karena kemampuan realisasi melalui aspirasi tentu terbatas, maka kita akan melihat mana yang menjadi prioritas,” katanya.

H. Anwar menegaskan, tidak semua aspirasi dapat langsung direalisasikan sekaligus. Namun, seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang tersedia.

“Banyak keluhan dan kebutuhan yang kita tampung dalam reses ini. Kita jawab sesuai kemampuan dan kewenangan kita. Yang menjadi kewenangan pemerintah daerah akan kita koordinasikan dengan OPD terkait,” tambahnya.

Mekanisme reses sendiri memang menjadi salah satu sarana anggota DPRD menyerap kebutuhan masyarakat sebagai bahan perencanaan pembangunan daerah. Hasil reses kemudian dapat menjadi masukan dalam pembahasan program pembangunan dan pokok-pokok pikiran DPRD.

Dorong Potensi Wisata Sambora

Selain infrastruktur dasar, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pengembangan objek daya tarik wisata (ODTW) di Desa Sambora.

Wilayah tersebut memiliki potensi wisata alam berupa air terjun dan kawasan perbukitan yang dapat dikembangkan untuk olahraga paralayang. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah menaruh perhatian terhadap potensi Bukit Raya Sambora sebagai kawasan wisata dan olahraga paralayang.

Warga berharap DPRD dan pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut, terlebih terdapat agenda atau event yang bersifat internasional.

Menanggapi hal tersebut, H. Anwar mengatakan pembangunan akses menuju kawasan wisata menjadi salah satu hal penting yang perlu didorong.

“Untuk jalur menuju ke sana, informasinya direncanakan pembangunan menggunakan dana Inpres. Kita berharap rencana tersebut bisa segera terealisasi sehingga akses masyarakat maupun wisatawan menuju kawasan itu menjadi lebih baik,” katanya.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan promosi, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur dasar seperti akses jalan dan fasilitas pendukung.

Potensi wisata Sambora sendiri telah mendapat perhatian pemerintah. Bukit Raya Sambora memiliki ketinggian sekitar 606 meter di atas permukaan laut dan dinilai potensial dikembangkan sebagai lokasi olahraga paralayang.

Bagikan Sembako dan Masker

Di akhir kegiatan reses, H. Anwar juga membagikan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada warga yang selama ini telah memberikan dukungan.

Selain sembako, ia turut membagikan masker yang berasal dari PMI Provinsi Kalimantan Barat. Bantuan tersebut diberikan mengingat kondisi udara di wilayah tersebut masih terdampak kabut asap.

“Pembagian sembako ini sebagai bentuk ucapan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat. Kemudian masker dari PMI Provinsi juga kita bagikan karena kondisi di sini masih ada kabut asap. Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat,” tuturnya.

H. Anwar berharap hasil reses tersebut dapat ditindaklanjuti secara bertahap melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait.

“Yang paling penting adalah komunikasi dengan masyarakat terus berjalan. Apa yang menjadi kebutuhan mereka harus kita dengarkan, kemudian kita perjuangkan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran,” pungkasnya.