MEMPAWAH – Sebanyak 77 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM) bersiap melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) setelah mengikuti kegiatan pembekalan yang resmi dibuka Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, Sabtu pagi (19/7), di Aula STAIM.
Pembukaan kegiatan PPL ini turut dihadiri Ketua Yayasan STAIM, Kepala STAIM, dan sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Juli Suryadi menegaskan pentingnya PPL sebagai ajang belajar langsung di lapangan bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Ia menyebut, pembekalan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bekal penting agar mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan dunia profesional.
“Lewat PPL, mahasiswa diharapkan dapat mempraktikkan teori yang sudah diperoleh di bangku kuliah dan membangun kesiapan menghadapi realitas kerja,” ujarnya.
Juli juga menyoroti pentingnya adaptasi mahasiswa terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, di era sekarang, lulusan pendidikan tinggi tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis, melainkan harus dibekali keterampilan berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta kemampuan digital dan soft skill.
“Mahasiswa harus melek teknologi. Penguasaan dasar pemrograman, analisis data, desain grafis, hingga komunikasi efektif sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” tambahnya.
Ia pun mendorong pihak kampus untuk terus melakukan inovasi dalam metode pembelajaran, termasuk memasukkan keterampilan digital dalam kurikulum.
“Dunia kerja berubah cepat. Perguruan tinggi harus menyesuaikan diri agar menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga etika, membangun karakter, serta membawa nama baik kampus selama menjalani PPL.
“Bukan hanya ilmu, kalian bawa nama STAIM. Jaga adab, karakter, dan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” pesannya.


