Kubu Raya (Pena Mempawah) – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Ria Norsan, optimis bisa meraih suara signifikan di Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, pada Pilkada mendatang. Keyakinan ini muncul setelah melihat antusiasme ribuan warga yang menyambut kedatangannya saat kampanye dialogis dan pengukuhan Tim Penggerak Jikir di Desa Punggur Kecil pada Selasa (22/10) malam.
“Kami sudah banyak kenal para tokoh di Sungai Kakap ini. Insyaallah suara bisa tembus 70 persen untuk Jikir dan NKRI,” katanya.
Tim Penggerak Jikir sendiri merupakan organ pemenangan untuk pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo dan Sukiryanto (Jikir). Tim ini juga berperan aktif sebagai mesin pemenangan untuk pasangan NKRI di wilayah Kubu Raya.
Dalam kampanyenya, Norsan menegaskan bahwa dia dan Krisantus Kurniawan tidak datang tanpa persiapan. Mereka menawarkan sejumlah program unggulan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Tentu kami datang tak hanya dengan tangan kosong. Kami menyampaikan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat di sini,” jelas Norsan.
Program tersebut mencakup pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan bantuan seperti benih dan pupuk untuk sektor perkebunan, serta alat tangkap ikan untuk nelayan.
“Bangun sinergitas yang kuat dengan pemkab untuk meningkatkan taraf hidup warga yang bergantung sektor itu. Kita kucurkan bantuan dari benih dan pupuk untuk perkebunan dan alat-alat tangkap ikan untuk perikanan,” paparnya.
Selain itu, Norsan juga menyoroti potensi pariwisata di Sungai Kakap, yang memiliki daya tarik budaya, keagamaan, dan kuliner. Dia menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata yang lebih baik dapat meningkatkan daya tarik wisatawan dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal.
“Semua ini sudah kami rancang. Sungai Kakap adalah wajah Kubu Raya yang mesti ditata lebih baik. Nanti yang merasakan manfaat adalah masyarakat di sini,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ria Norsan juga berencana meningkatkan infrastruktur transportasi sungai di Sungai Kakap yang merupakan pusat transportasi perairan antar wilayah. Menurutnya, peningkatan fasilitas dermaga dan infrastruktur pendukung akan membantu memperlancar konektivitas dan menggerakkan perekonomian lokal.
“Di sini pusat transportasi sungai. Sarana dan infrastruktur pendukung perlu ditingkatkan agar wilayah ini semakin mudah terkoneksi. Sehingga bisa mendorong perekonomian,” ujarnya.
Wakil Gubernur Kalbar periode 2018-2023 itu mengatakan, pembangunan yang akan dilakukan oleh pemerintah provinsi itu harus linier dengan pemerintah kabupaten. Maka itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki pemikiran dan kepentingan politik yang sejalan.
“Kalau tidak, percepatan pembangunan akan lamban. Kalau gubernurnya linier dengan bupati, maka tak sulit akan kita membangun daerah,” tutupnya.


