Ketua DPRD Mempawah Safruddin Asra mendukung penuh Festival Sahur-Sahur 2026 sebagai motor penggerak pariwisata dan UMKM, seiring dukungan Pemprov Kalbar dan Kementerian Pariwisata RI.

MEMPAWAH – Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, menyambut positif dukungan pemerintah provinsi dan pusat terhadap penyelenggaraan Festival Sahur-Sahur (FSS) ke-23 Tahun 2026. Ia menilai, penguatan event budaya tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

Menurut Safruddin, komitmen Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang secara resmi membuka FSS sekaligus memberikan dukungan anggaran, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan event daerah sebagai penggerak ekonomi.

“Kami di DPRD tentu memberikan dukungan penuh. Festival Sahur-Sahur ini bukan hanya kebanggaan budaya, tetapi sudah menjadi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Minggu (1/3).

Ia menambahkan, masuknya FSS ke dalam program Karisma Event Nusantara yang digagas Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menjadi peluang besar bagi Kabupaten Mempawah untuk memperluas promosi wisata di tingkat nasional.

“Dengan status sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara, standar penyelenggaraan harus semakin profesional. Ini tantangan sekaligus kesempatan bagi kita untuk naik kelas,” tegas Safruddin.

Menurutnya, dampak positif festival tidak hanya dirasakan oleh sektor pariwisata, tetapi juga oleh pelaku UMKM, pedagang kaki lima, pengrajin, hingga pelaku ekonomi kreatif lokal yang terlibat selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Perputaran ekonomi saat event berlangsung sangat terasa. Inilah yang harus kita maksimalkan agar kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” katanya.

Safruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, mengingat sebagian agenda memanfaatkan fasilitas umum. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga suasana kondusif agar festival berjalan lancar dan memberi kesan positif bagi wisatawan.

“Kesuksesan event bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga tentang ketertiban dan kenyamanan. Jika ini terjaga, maka citra Mempawah sebagai daerah tujuan wisata akan semakin kuat,” pungkasnya.