Jelang Iduladha 1447 H, pedagang daging Herman memotong dua ekor sapi untuk memenuhi tingginya permintaan warga di Jalan Jurusan Mempawah–Sungai Pinyuh. Daging dijual Rp160 ribu per kilogram.
MEMPAWAH – Suasana menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di sepanjang Jalan Jurusan Mempawah–Sungai Pinyuh tampak ramai dipadati masyarakat yang berburu berbagai kebutuhan untuk persiapan menyambut hari raya. Sejak Selasa pagi (26/5/2026), aktivitas jual beli meningkat signifikan, terutama di lapak penjualan daging sapi.
Ramainya aktivitas jual beli menjelang Iduladha menjadi gambaran meningkatnya kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal. Tradisi berbelanja kebutuhan hari raya pun kembali menjadi pemandangan yang mewarnai kawasan Jalan Jurusan Mempawah–Sungai Pinyuh setiap tahunnya.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya pembeli yang mendatangi lapak-lapak daging sejak pagi hari. Salah satu pedagang daging sapi, Herman, mengaku telah menyiapkan stok lebih banyak untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat menjelang Iduladha.
Herman mengatakan, khusus untuk penjualan menjelang hari raya tahun ini, dirinya memotong dua ekor sapi. Proses pemotongan dilakukan pada Senin malam (25/5/2026) agar daging dapat langsung dipasarkan sejak pagi.
“Untuk persiapan Iduladha ini kami potong dua ekor sapi tadi malam. Dari pagi pembeli sudah ramai datang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Herman, harga daging sapi saat ini dijual Rp160 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai masih lebih rendah dibandingkan saat menjelang Hari Raya Idulfitri lalu yang sempat mencapai Rp170 ribu per kilogram.
“Kalau sekarang Rp160 ribu per kilo. Dibandingkan Idulfitri kemarin yang sampai Rp170 ribu per kilo, sekarang masih lebih murah,” katanya.
Tingginya minat masyarakat membuat stok daging cepat berkurang. Herman menyebut, menjelang siang hari, sisa daging yang tersedia sudah tinggal sedikit karena terus diserbu pembeli.
Tidak hanya daging utama, bagian tulangan sapi juga menjadi incaran warga. Tulangan tersebut dijual dengan harga Rp130 ribu per kilogram dan tetap mendapat respons tinggi dari masyarakat.
“Menjelang siang ini tinggal sedikit lagi. Bahkan tulangan juga banyak dicari pembeli dan kami jual Rp130 ribu per kilo,” tambahnya.


