MEMPAWAH – Seorang pria berusia 51 tahun, Abdul Baki, ditemukan meninggal dunia pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Posisi korban saat ditemukan tertelungkup di dahan pohon kelapa setinggi 20 meter di kebunnya. Kejadian tragis tersebut terjadi saat korban sedang memanjat untuk mengambil legen (nira kelapa).
Menurut Sidik, adik korban, Abdul Baki sedang melakukan aktivitas rutin untuk mengumpulkan legen ketika kecelakaan tersebut terjadi.
“Korban ditemukan tidak bergerak di atas pelepah kelapa, dengan posisi tertelungkup,” ujar Sidik.
Dia menceritakan, istri korban menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut. Ia melihat suaminya tidak bergerak dan langsung menghubungi keluarga.
Dalam situasi yang penuh kepanikan, Sidik bersama beberapa anggota keluarga bergegas menurunkan tubuh korban menggunakan kain sarung dan tali panjang.
“Kami menggunakan kain sarung untuk menahan tubuhnya dan tali panjang untuk menurunkannya perlahan dari pohon,” tambah Sidik.
Setelah berhasil dievakuasi, Abdul Baki dibawa ke rumah mereka di Jalan Konsasi, RT 028 RW 008, Desa Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, untuk disemayamkan.
Pemakaman berlangsung dengan penuh kehormatan, dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat, mengenang sosok Abdul Baki yang meninggal dunia secara tragis.
“Keluarga memutuskan untuk tidak membawa korban ke puskesmas atau rumah sakit, melainkan langsung melaksanakan pemakaman di Pemakaman Umum Pasir Palembang,” jelas dia.
Sidik juga menanggapi isu yang beredar bahwa Abdul Baki meninggal karena tersengat listrik. Ia dengan tegas membantah kabar tersebut dan memastikan bahwa tidak ada kabel listrik di area kebun tempat korban memanjat.
“Tidak ada kabel listrik di sana, ini murni diduga karena korban mengalami masalah kesehatan saat memanjat pohon kelapa,” tegas Sidik.


