PT BAI menggelar kegiatan nobar bersama anak-anak difabel asal Sungai Kunyit, Mempawah, di XXI Ayani Megamall Pontianak. Kegiatan penuh kehangatan ini menjadi pengalaman berharga dan membahagiakan bagi para peserta.
MEMPAWAH – Tawa ceria dan wajah penuh antusias tampak menghiasi perjalanan puluhan anak difabel asal Sungai Kunyit menuju Kota Pontianak, Kamis (14/5/2026). Bagi sebagian orang, pergi ke bioskop mungkin hal biasa. Namun bagi mereka, hari itu menjadi pengalaman istimewa yang sulit dilupakan.
PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) menggelar kegiatan bertajuk BAI Nobar Sahabat Difabel dengan mengajak sejumlah penyandang disabilitas menonton film Semua Akan Baik-Baik Saja di XXI Ayani Megamall Pontianak.
Hari itu, bioskop bukan hanya menjadi tempat menonton film. Bagi anak-anak difabel tersebut, itu adalah ruang kebahagiaan, tempat mereka merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hidup serta merajut mimpi.
Sejak pagi, rombongan berangkat dari Mempawah menggunakan dua bus sekitar pukul 09.30 WIB. Mengenakan kaus putih bertuliskan BAI Nobar Sahabat Difabel, para peserta terlihat bersemangat sepanjang perjalanan.
Kegiatan tidak hanya sekadar menonton film. Sebelum masuk studio bioskop, seluruh peserta diajak makan siang bersama dan mengikuti ramah tamah di salah satu restoran di Pontianak. Suasana hangat pun terasa ketika anak-anak difabel saling bercanda, berbagi cerita, hingga berfoto bersama.
Head of Department Government Relations dan Corcomm PT BAI, Yan Eka Milleza, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus apresiasi perusahaan kepada masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan, bertepatan dengan HUT ke-12 PT BAI.
“Kita harus banyak belajar dari mereka, jangan kita merasa sempurna. Kita yang banyak kekurangan, justru mereka yang mempunyai semangat hidup yang lebih dari kita,” ujarnya.
Ia menilai film yang dipilih memiliki pesan positif dan inspiratif karena melibatkan dua anak difabel sebagai pemeran dalam cerita tersebut.
“Seperti film yang kita tonton, ada dua anak difabel yang berperan sebagai pemain di situ,” tambahnya.
Yan Eka juga menyebut kegiatan tersebut terlaksana berkat ide dari sejumlah media di Kabupaten Mempawah yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Galaherang (Pejuang) Mempawah.
Menurutnya, kebersamaan sederhana seperti itu memiliki makna besar bagi anak-anak difabel. Mereka tidak hanya diajak menikmati hiburan, tetapi juga merasakan perhatian dan penghargaan yang sama seperti masyarakat lainnya.
Salah satu orang tua peserta, Sisilia, mengaku terharu dan bahagia dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama anaknya.
“Senang sekali, terima kasih banyak buat PT BAI. Filmnya juga seru, sekali lagi terima kasih banyak,” ucapnya.


