Dispussip Mempawah luncurkan aplikasi Diary Mempawah, perpustakaan digital modern dengan 3.000 koleksi buku untuk dorong literasi masyarakat.

MEMPAWAH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Mempawah terus berinovasi untuk meningkatkan budaya membaca masyarakat. Terbaru, Dispussip menghadirkan aplikasi Diary Mempawah, sebuah perpustakaan digital dengan tampilan modern, interaktif, dan ramah pelajar.

Kepala Dispussip Mempawah, Nurmala, mengatakan hadirnya Diary Mempawah merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin terbiasa dengan teknologi.

“Kami ingin perpustakaan tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi bisa diakses dari genggaman tangan. Dengan Diary Mempawah, masyarakat dapat membaca kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.

Aplikasi ini menyediakan hampir 3.000 koleksi buku digital yang bisa dipinjam secara gratis dan akan terus bertambah seiring pengembangan.

Tidak sekadar membaca, Diary Mempawah juga memberi ruang bagi pelajar maupun masyarakat untuk menulis serta mendokumentasikan aktivitas literasi digital.

“Fitur-fiturnya dibuat lebih interaktif agar pelajar nyaman menggunakannya. Diary Mempawah bukan hanya media baca, tapi juga wadah berekspresi literasi,” jelas Nurmala.

Dispussip secara aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar anak terbiasa dengan budaya membaca digital sejak dini. Respon pelajar pun dinilai sangat positif.

Masyarakat dapat mengunduh aplikasi Diary Mempawah melalui Playstore, kemudian melakukan registrasi. Setelah itu, koleksi buku digital bisa dipinjam dan dibaca kapan saja dan di mana saja.

“Dengan inovasi ini, Dispussip Mempawah berharap budaya literasi semakin tumbuh dan mendukung visi daerah sebagai masyarakat yang melek informasi serta berdaya saing melalui literasi digital,” tukasnya.