MEMPAWAH – Menanggapi keluhan warga Sungai Pinyuh terkait genangan air yang kerap terjadi di Simpang tiga Sungai Pinyuh – Jalan Jurusan Anjongan saat hujan turun, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, menyampaikan keprihatinan sekaligus komitmen untuk mendorong penyelesaian segera permasalahan tersebut.

“Saya sangat memahami keresahan masyarakat. Ini bukan persoalan baru, dan tidak bisa terus-menerus dianggap sepele. Genangan air yang terjadi setiap kali hujan turun bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan,” ujar Safruddin saat dimintai tanggapan, Sabtu (31/5).

Menurut anggota DPRD yang terpilih dari Dapil Pinyuh – Anjongan tersebut, lokasi Simpang Sungai Pinyuh merupakan jalur strategis yang menjadi titik lalu lintas penting bagi warga dan pelaku usaha dari arah Anjongan maupun pusat kota. Dengan tingginya intensitas kendaraan yang melintas, kondisi drainase yang buruk jelas menjadi masalah serius.

“Kita sedang bicara tentang jalur ekonomi masyarakat. Ketika jalan tergenang dan rusak, bukan hanya pengendara yang terdampak, tapi juga aktivitas perdagangan. Ini sudah menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk bertindak cepat,” tegasnya.

Terkait pembangunan ulang deretan ruko pasca kebakaran, Safruddin juga menyayangkan tidak adanya perbaikan saluran air sebagai bagian dari rekonstruksi. Ia menilai, semestinya ada evaluasi menyeluruh dalam proses pembangunan ulang, termasuk memperhitungkan dampak infrastruktur pendukung seperti drainase.

“Ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar dalam setiap pembangunan kita tidak hanya fokus pada bangunan fisik, tapi juga memastikan aspek pendukungnya seperti saluran air berjalan dengan baik. Drainase yang tidak berfungsi adalah bukti nyata kelalaian dalam perencanaan,” katanya.