Ketua DPRD Mempawah Safruddin Asra prihatin atas kecelakaan balapan liar yang melukai pelajar di Sungai Pinyuh. Ia dorong pengawasan dan edukasi remaja.

MEMPAWAH – Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, menyampaikan keprihatinannya atas kecelakaan akibat balapan liar yang melibatkan dua pelajar di kawasan Patoka, Sungai Pinyuh, Sabtu malam (11/10/2025). Ia menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan agar semua pihak meningkatkan perhatian dan pembinaan terhadap generasi muda.

“Dua pelajar sampai terluka serius akibat balapan liar. Ini bukti bahwa pengawasan terhadap anak-anak dan edukasi tentang bahaya di jalan masih perlu diperkuat,” ujar Safruddin, Minggu (12/10/2025).

Safruddin menegaskan, fenomena balapan liar tidak bisa hanya diatasi lewat penindakan hukum. Diperlukan pendekatan edukatif dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan komunitas remaja.

“Anak-anak yang gemar otomotif seharusnya diarahkan ke kegiatan yang positif, misalnya balapan resmi atau pelatihan safety riding. Pemerintah bisa berperan memfasilitasi itu,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah berkolaborasi dengan kepolisian dan komunitas otomotif untuk menciptakan wadah yang aman dan produktif bagi remaja, sehingga potensi mereka tersalurkan dengan baik.

Safruddin mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang langsung menindaklanjuti kejadian tersebut, mengamankan kendaraan, dan berencana meningkatkan patroli malam di kawasan rawan balapan liar.

Namun, ia menilai penegakan hukum harus diimbangi dengan kesadaran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama di malam hari.

“Keluarga punya peran besar. Anak-anak perlu diawasi dengan pendekatan yang hangat, bukan sekadar dilarang. Komunikasi dan perhatian jadi kunci,” tegasnya.