SEGEDONG – Kebakaran hebat melanda dua rumah warga di Desa Peniti Dalam I, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (24/7) siang. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik di dapur salah satu rumah itu menyebar cepat hingga meludeskan sebagian besar bangunan di lokasi kejadian.

Kapolsek Segedong, Iptu Lodrick Taliak Hungan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan melibatkan dua rumah milik warga atas nama Marida (45) dan Apo (50), yang beralamat di Jalan Makmur RT 014 RW 004 Desa Peniti Dalam I.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari area dapur salah satu rumah. Cuaca yang saat itu cukup panas dan disertai angin membuat api cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sebelahnya,” ungkap Iptu Lodrick saat dikonfirmasi, Kamis sore.

Menurut keterangan saksi di lokasi, Anyap (56), yang merupakan Ketua RT setempat, api pertama kali terlihat di bagian dapur rumah Marida. Ia segera memberitahu warga sekitar dan ikut serta dalam upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Tak berselang lama, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Segedong tiba di lokasi dan berjibaku bersama warga memadamkan api. Sekitar pukul 15.00 WIB, api akhirnya berhasil dikendalikan.

“Dua orang pemilik rumah mengalami luka di bagian wajah dan tangan, dan telah mendapat perawatan medis di Puskesmas Segedong. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp400 juta,” jelas Kapolsek.

Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, antara lain mendatangi lokasi kejadian, mengamankan TKP, mendata saksi, membantu proses pemadaman, serta memasang garis polisi di area kebakaran.

Iptu Lodrick juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau dan cuaca panas seperti saat ini.

“Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan hindari penggunaan peralatan listrik secara berlebihan, khususnya di area dapur yang rawan korsleting,” pesannya.

Hingga kini, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti timbulnya api.