Ketua DPRD Mempawah Safruddin Asra mendorong kesadaran berlalu lintas melalui Operasi Patuh Kapuas 2026 setelah 6.204 pelanggaran tercatat tahun lalu.
MEMPAWAH– Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, mendorong peningkatan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan angka pelanggaran sekaligus mencegah kecelakaan di jalan raya.
Hal itu menjadi perhatian dalam pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Patuh Kapuas 2026 yang digelar Polres Mempawah di halaman Mapolres Mempawah, Senin (26/10/2026). Safruddin turut hadir bersama Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya.
Safruddin menilai, keselamatan berlalu lintas harus menjadi tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan tidak cukup hanya ketika ada petugas yang melakukan pengawasan, tetapi perlu tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kesadaran bersama. Masyarakat perlu membiasakan diri mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan kehati-hatian setiap kali berkendara,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran tersebut melalui edukasi, sosialisasi, dan penegakan hukum yang konsisten.
Perhatian terhadap ketertiban berlalu lintas juga didukung data pelaksanaan operasi tahun sebelumnya. Kapolres Mempawah, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, menyampaikan bahwa Ops Patuh Kapuas tahun lalu mencatat 6.204 pelanggaran, terdiri atas 2.235 penindakan melalui tilang dan 3.969 teguran.
Pada periode yang sama, terjadi 14 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 12 orang mengalami luka berat dan 13 orang luka ringan. Tidak terdapat korban meninggal dunia.
Safruddin menilai, data tersebut menunjukkan pentingnya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan, sekaligus menumbuhkan pemahaman mengenai risiko pelanggaran lalu lintas.
“Penegakan aturan memang diperlukan, tetapi edukasi dan kesadaran masyarakat juga harus terus diperkuat. Tertib berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan untuk melindungi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dasar berkendara, seperti menggunakan helm, tidak melawan arus, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak dan dilengkapi dokumen yang diperlukan.
Safruddin berharap, sinergi kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, TNI, dan masyarakat terus diperkuat agar budaya tertib berlalu lintas semakin mengakar di Kabupaten Mempawah.
“Kami berharap Operasi Patuh Kapuas ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan selama operasi berlangsung, tetapi juga membentuk kebiasaan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Dengan disiplin dan kepedulian bersama, kita dapat mewujudkan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman,” pungkasnya.


