Mempawah (Pena Mempawah)– Video keributan di SPBU Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah pada Sabtu (26/10) sekitar pukul 12.40 WIB menjadi viral di masyarakat. Dalam video tersebut, seorang pria memakai jubah dan kopiah tampak emosi sembari menenteng pedang.
Insiden perkelahian yang berujung kericuhan di SPBU Bakau Besar Laut memantik opini liar publik. Salah satunya asumsi perkelahian ditenggarai ulah spekulan BBM ilegal.
Kepala Desa (Kades) Bakau Besar Laut, H Iwan Supardi meluruskan kesimpangsiuran informasi tersebut. Iwan memastikan yang terjadi dilapangan berbeda dengan narasi yang beredar di media sosial dan dikonsumsi masyarakat luas.
“Terkait perkelahian yang menyebakan kericuhan di SPBU Bakau Besar Laut perlu diluruskan. Karena, narasi yang beredar di masyarakat jauh berbeda dengan fakta dilapangan,” tegas Iwan Supardi.
Diungkapkan Iwan, perkelahian disebabkan aksi arogan supir bus yang memaksa pengisian BBM solar. Meskipun sudah mendapatkan penjelasan dari pihak SPBU, namun supir bus tetap memaksakan kehendaknya.
“Pada siang itu, pasokan BBM solar belum masuk ke SPBU. Solar baru datang pada malam hari. Jadi, tidak ada unsur kesengajaan pihak SPBU untuk tidak memberikan BBM solar kepada bus. Tapi kenyataannya memang stok solar yang belum masuk ke SPBU,” tegas Iwan lagi.
Padahal, masih dikatakan Iwan, setiap harinya SPBU selalu memprioritaskan melayani pengisian BBM solar kepada bus sesuai kebutuhannya.
“Hampir setiap hari bus Leegad itu mengisi BBM solar di SPBU Bakau Besar Laut dan selalu dilayani dengan baik. Selagi persediaan BBM solar ada, pasti akan dilayani SPBU,” tuturnya.
Bahkan, lanjut Iwan, aksi arogan supir bus dengan memakai cara-cara kekerasan memicu reaksi masyarakat setempat. Iwan menyebut, oknum supir memaksa masuk ke Kantor Manajer SPBU hingga melakukan tindakan fisik terhadap petugas pengawas.
“Jika tidak percaya silahkan kita buktikan dengan kamera CCTV yang merekam aksi arogan supir bus. Jadi, kita memiliki bukti dan fakta yang akurat agar persoalan ini tidak menjadi fitnah dan merugikan SPBU maupun masyarakat Desa Bakau Besar Laut,” pungkasnya.
Dari video yang beredar, tampak terjadi keributan di lingkungan SPBU Bakau Besar Laut. Dari keributan tersebut, seorang pria dengan makai jubah dan kopiah menenteng pedang yang belum dibuka dari sarungnya sedang bersitegang dengan seorang pria memakai topi biru.
Keduanya terlibat adu argumen, sementara warga lain tampak berkerumum disekitar kedua pria tersebut. Hingga akhirnya, si pria berjubah dan menenteng pedang itu terlihat hendak menarik baju pria bertopi. Tak berselang lama, warga lain melerai cek-cok tersebut.
Kapolres Mempawah, AKBP Sudarsono melalui Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi menjelaskan kericuhan di SPBU Bakau Besar Laut disebabkan perkelahian antara supir Bus Leegad jurusan Sambas-Pontianak dengan Asisten Pengawas SPBU Bakau Besar Laut.
Menurut Kapolsek, kejadian bermula ketika supir bus minta kepada pihak SPBU untuk diisikan BBM solar. Namun, pihak SPBU menolak permintaan tersebut dengan alasan stok BBM solar sedang menipis.
Tak terima dengan sikap SPBU, supir bus tersebut memaksa hingga terjadi adu argumen. Bahkan, puncaknya supir bus emosi langsung menarik leher asisten operator SPBU hingga menyebabkan baju korban robek dan leher merah.
Sontak saja, kejadian itu menimbulkan kehebohan. Warga di sekitar SPBU yang mengetahui kejadian itu mendatangi lokasi. Tak pelak, supir bus pun menjadi sasaran amukan warga setempat. Warga tak terima dengan sikap supir hingga melakukan kekerasan terhadap karyawan SPBU.
“Kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolsek Sungai Pinyuh. Saat ini, kami masih menyelidiki identitas supir bus leegad yang terlibat dalam insiden tersebut,” kata Kapolsek Setyadi.


