MEMPAWAH – Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda PC HMI Cabang Mempawah, Aswan, mengatakan bahwa Kabupaten Mempawah sangat Rentan Masuknya Paham Radikalisme dan Terorisme. Sehingga jika tidak dilakukannya pencegahan, maka dapat mempengaruhi pemahaman dan ideologi generasi muda dalam berkebangsaan.
“Melihat beberapa tahun yang berlalu, kelompok Gafatar berkembang di Kabupaten Mempawah dan adanya penangkapan jaringan Terorisme,” kata dia, usai Seminar Kemahasiswaan yang di selenggarakan oleh Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Mempawah di Cafe Oneway Sungai Pinyuh, Rabu (19/2) malam.
Seminar ini mengangkat tema Peran Mahasiswa dalam menangkal Ideologi Radikalisme dan Terorisme di Era Teknologi 4.0, dalam upaya melakukan Mitigasi terhadap masuknya Ideologi Radikalisme dan Terorisme di Ruang Lingkup Mahasiswa.
Adapun yang Menjadi Narasumber di Kegiatan Tersebut yaitu Jamaludin selaku Plt Kabag Kesbangpol Mempawah, Ustad Sholihin selaku Pengurus MUI Kabupaten Mempawah, Devi Sintia selaku dari Kejaksaan Negeri Mempawah dan Fathurrahman Selaku Pengurus MD KAHMI Mempawah.
Untuk Peserta Pada Seminar Kemahasiswaan Tersebut di hadiri dari Perwakilan Organisasi PMII Mempawah, DEMA STAIM, IKAMI Mempawah, Pemuda Sungai Pinyuh serta Anggota Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Mempawah dengan berjumlah 106 Peserta.
Aswan mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk melakukan pencegahan paham radikalisme dan terorisme masuk di Kabupaten Mempawah, dan mengingatkan mahasiswa, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan lainnya agar selalu waspada masuknya aliran yang di larang pemerintah, maupun jaringan teroris di lingkungan pergaulan dan tempat tinggalnya.
“Serta harus bijak dalam menggunakan media sosial dengan memilah konten yang mengandung unsur paham Radikalisme dan Terorisme,” ujarnya.


