Pencurian kabel tembaga PLN kembali terjadi di Sungai Pinyuh, Mempawah. Akibatnya listrik padam sejak dini hari dan aktivitas kantor PKB terganggu.
SUNGAI PINYUH – Kasus pencurian kabel tembaga milik PLN kembali terjadi di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Kali ini, gardu listrik yang berada di depan Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Nusapati menjadi target pelaku, menyebabkan pemadaman listrik sejak dini hari dan menghambat aktivitas pelayanan.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait maraknya pencurian fasilitas kelistrikan di wilayah Sungai Pinyuh yang berdampak luas, baik dari sisi pelayanan publik maupun kerugian materiil.
Listrik diketahui padam sekitar pukul 03.00 WIB. Kondisi tersebut awalnya tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar, termasuk pegawai PKB yang mengira gangguan listrik biasa. Namun, saat pagi hari, diketahui kabel tembaga pada gardu telah hilang.
Fajar Julian, Staf Teknik PLN ULP Mempawah wilayah Sungai Pinyuh, mengungkapkan bahwa aksi pencurian kabel ini sudah berulang kali terjadi di wilayahnya.
“Ini sudah sekitar delapan kali terjadi. Dari cara pemotongannya, pelaku diduga profesional karena potongan kabel sangat rapi menggunakan alat khusus,” ujarnya.
Menurutnya, kabel yang hilang memiliki panjang sekitar 6 hingga 8 meter. Tidak hanya itu, pelaku juga merusak bagian sepatu tiang gardu, yang menambah tingkat kerusakan fasilitas.
“Kerugian per titik bisa mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta. Ini tentu sangat merugikan, apalagi berdampak langsung ke masyarakat,” jelas Fajar.
Sebagai langkah pencegahan, PLN kini mengganti kabel tembaga dengan kabel berbahan aluminium agar tidak kembali menjadi incaran pelaku.
“Kalau tetap pakai tembaga, risiko dicuri lagi sangat besar. Jadi sementara kita ganti dengan aluminium,” tambahnya.
Sementara itu, Gampang Nugroho, staf PKB Sungai Pinyuh, mengatakan pemadaman listrik membuat aktivitas kantor lumpuh sejak pagi hari.
“Awalnya kami kira mati lampu biasa. Tapi setelah dicek, ternyata kabel di gardu sudah hilang. Akibatnya, aktivitas kantor tidak bisa berjalan,” ungkapnya.


