SUNGAI PINYUH – Tradisi Robo-Robo yang rutin digelar setiap tahun kembali memberi berkah bagi pedagang ketupat di Pasar Pagi Sungai Pinyuh. Sejak Selasa (19/8) pagi, suasana pasar terlihat ramai dengan warga yang berburu anyaman ketupat sebagai pelengkap perayaan.
Salah satu pedagang, Maisum, warga Desa Sungai Rasau, mengaku membawa hingga 1.500 biji ketupat untuk dijual hari itu. “Satu ikat berisi sepuluh biji, harganya Rp8.000. Menjelang Robo-Robo memang paling banyak dicari pembeli,” ungkapnya.
Bagi masyarakat setempat, ketupat bukan sekadar makanan pelengkap, melainkan bagian penting dari tradisi Robo-Robo. Usai doa bersama yang biasanya digelar di lapangan atau tempat terbuka, warga akan makan bersama dengan menu utama ketupat, dilengkapi berbagai lauk pauk yang dibawa masing-masing keluarga.
Tradisi Robo-Robo sendiri dikenal sebagai doa bersama untuk memohon keselamatan dan menolak bala. Kehadiran ketupat dalam perayaan ini menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Kalau sudah Robo-Robo, suasana doa dan makan ketupat bareng itu jadi ciri khas. Rasanya kurang lengkap kalau tanpa ketupat,” tambah Maisum.


