Ketua Komisi III DPRD Mempawah Paulus SH menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 dan menekankan pentingnya sinergi pengamanan mudik agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan lancar.
MEMPAWAH – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mempawah, Paulus, menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang digelar dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Paulus menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Menurutnya, apel gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak tersebut merupakan bentuk kesiapan aparat keamanan sekaligus wujud sinergi lintas sektor dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat momentum hari raya.
“Operasi Ketupat ini merupakan agenda nasional yang sangat penting. Kita berharap seluruh personel yang terlibat benar-benar siap, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Paulus.
Ia menjelaskan, operasi pengamanan tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan lebih dari 160 ribu personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Dalam operasi tersebut, kata Paulus, ribuan pos pengamanan dan pelayanan juga telah disiapkan untuk memberikan layanan serta informasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
“Keberadaan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu tentu sangat membantu masyarakat. Selain menjadi pusat informasi, pos tersebut juga menjadi titik pengawasan guna memastikan situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Selain pengamanan jalur mudik, Paulus juga menekankan pentingnya perhatian terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran, seperti kejahatan konvensional, balap liar, hingga potensi konflik antar kelompok.
Ia juga mengingatkan agar aparat melakukan pengawasan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik, serta menyediakan layanan penitipan kendaraan guna meningkatkan rasa aman masyarakat.
“Langkah-langkah preventif seperti patroli rutin dan pendataan rumah kosong sangat penting untuk mengantisipasi tindak kejahatan selama masyarakat melaksanakan mudik,” katanya.
Paulus turut mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga berbagai lembaga dan relawan yang mendukung pengamanan Lebaran.
Ia berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat koordinasi dan kerja sama demi mewujudkan situasi yang aman dan kondusif selama momentum Lebaran.
“Kita semua berharap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan sukses. Dengan sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, kita optimistis arus mudik dan arus balik tahun ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” pungkasnya.


