MEMPAWAH – Manager Unit Layanan Pelanggan (MULP) PLN Kabupaten Mempawah, Rifki Ardianto, mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Mempawah yang saat ini terdampak bencana banjir, untuk tidak mendekati atau menyentuh tiang listrik, kabel, dan instalasi listrik lainnya.
“Kita tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti tersengat aliran listrik saat terjadi musibah banjir. Karena air dapat menjadi penghantar listrik yang dapat mengakibatkan kejadian fatal,” kata dia, saat dihubungi media ini, Selasa (28/1) sore.
Rifki mengatakan, meskipun saat ini tidak ada laporan tentang warga yang tersengat listrik, namun pihaknya tetap menekankan agar warga mematuhi langkah keselamatan.
“Selain itu, kami juga mengimbau agar warga segera melaporkan jika melihat tiang listrik miring, kabel putus, atau kondisi berbahaya lainnya ke PLN melalui layanan pengaduan 123 atau aplikasi PLN Mobile,” tutur dia.
Untuk di wilayah kota Mempawah, lanjut Rifki, pihaknya sudah melakukan pemadaman gardu yang terendam air di beberapa titik. Antisipasi ini dilakukan pihaknya dengan terus melakukan pengawasan kondisi banjir di sekitaran gardu.
“Dampaknya adalah pemadaman sementara di pemukiman sekitaran gardu, tapi kalau air sudah surut, listrik kita alirkan kembali,” jelas dia.
Pengawasan kondisi banjir, lanjutnya lagi, dilaksanakan selama 24 jam oleh petugas PLN. Sehingga apabila terjadi kemungkinan air mulai meninggi dan mendekati gardu, maka akan langsung diantisipasi dengan dilakukan tindakan.
“Termasuk di wilayah banjir lainnya seperti Kecamatan Karangan dan Menjalin, juga kita berlakukan pemadaman gardu yang terendam air,. Karena keselamatan warga adalah prioritas kami,” ucapnya.


