SUI PINYUH – Hujan deras yang mengguyur Sungai Pinyuh, Jumat (30/5), kembali menyebabkan genangan air di kawasan pertigaan menuju Anjongan. Genangan bahkan meluber hingga ke badan jalan, membuat para pengendara harus ekstra waspada saat melintas di tikungan tersebut.

Menurut Junaidi, salah satu warga Sungai Pinyuh, pemandangan ini bukan hal baru. “Setiap hujan turun, sudah bisa dipastikan jalan di simpang itu tergenang. Drainasenya mampet, air nggak bisa cepat surut,” ujarnya.

Junaidi menambahkan, permasalahan ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum komplek ruko yang kini berdiri pernah terbakar beberapa tahun lalu. Sayangnya, meski ruko telah dibangun ulang, masalah drainase tak juga diselesaikan.

“Waktu ruko dibangun ulang, kami kira saluran airnya ikut dibenahi. Tapi nyatanya sama saja. Drainasenya sempit, dangkal, dan jarang dibersihkan. Akhirnya air hujan tergenang terus,” jelasnya.

Genangan air ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga membahayakan keselamatan. Letaknya yang berada di tikungan padat lalu lintas membuat risiko kecelakaan meningkat, apalagi saat malam hari. Selain itu, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan jalan karena terus-menerus tergenang.

Warga pun berharap agar pemerintah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten, bisa segera turun tangan mengatasi persoalan ini.

“Harusnya saat pembangunan ruko baru itu, drainase jadi perhatian utama. Karena percuma bangunan bagus, tapi jalan di depannya jadi kolam setiap hujan,” tutup Junaidi.