Aulia Travel Sungai Pinyuh mengaku terharu dengan perjuangan Rohani, lansia 77 tahun yang bekerja sebagai ART demi mewujudkan impian umrah ke Tanah Suci.

MEMPAWAH – Kisah perjuangan Rohati (77), seorang lansia asal Gang Sepakat Dalam, Kelurahan Sungai Pinyuh, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga demi mewujudkan impian umrah, menyentuh banyak pihak. Salah satunya datang dari Aulia Travel cabang Sungai Pinyuh yang kini menjadi tempat Rohati mempercayakan keberangkatannya ke Tanah Suci.

Perwakilan Aulia Travel Sungai Pinyuh, Rinto, mengaku terharu setelah mengetahui perjalanan hidup Rohati yang penuh keterbatasan namun tetap memiliki semangat besar untuk menjadi tamu Allah.

“Kami benar-benar tersentuh mendengar kisah Ibu Rohati. Di usia beliau yang sudah 77 tahun, semangatnya untuk beribadah ke Tanah Suci masih sangat kuat,” ujar Rinto saat ditemui, Kamis (7/5).

Rinto mengatakan, Rohati bukan berasal dari kalangan mampu. Sehari-hari, perempuan asal Bandung, Jawa Barat itu bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan Rp15 ribu per hari. Selain itu, ia juga menjadi pembersih masjid untuk menambah pemasukan.

Meski hidup dalam keterbatasan dan tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan, Rohati tetap memilih menabung demi biaya umrah dibanding memperbaiki tempat tinggalnya.

“Yang membuat kami salut, beliau lebih memilih menyimpan uang untuk ibadah daripada memperbaiki rumahnya yang sebenarnya sudah banyak rusak. Itu bentuk perjuangan dan keyakinan yang luar biasa,” katanya.

Rinto juga menuturkan bahwa Rohati sebelumnya sempat mengalami pengalaman pahit setelah menjadi korban dugaan penipuan travel umrah pada 2023 lalu. Uang yang telah disetorkan saat itu hilang tanpa kepastian.

Namun menurutnya, kegagalan tersebut tidak membuat Rohati menyerah. Lansia itu tetap berusaha mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, bahkan rela menjual emas yang dimilikinya demi kembali mendaftar umrah.

“Tidak semua orang mampu bangkit setelah mengalami kejadian seperti itu. Tapi Ibu Rohati tetap punya keyakinan dan terus berusaha. Itu yang membuat kami ikut terenyuh,” ungkap Rinto.

Ia menyebut pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik agar Rohani dapat menjalankan ibadah dengan nyaman saat keberangkatan nanti.

“InsyaAllah kami akan membantu semaksimal mungkin agar beliau bisa berangkat dengan tenang dan nyaman. Semoga kesehatan beliau terus terjaga sampai hari keberangkatan,” ujarnya.

Jika tidak ada perubahan jadwal, Rohati direncanakan berangkat umrah pada September mendatang bersama jamaah lainnya dari Sungai Pinyuh.

Bagi Rinto, kisah Rohati menjadi pengingat bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak selalu datang dari orang yang hidup berkecukupan.

“Kadang justru orang-orang sederhana seperti beliau yang memiliki niat paling kuat. Semoga kisah Ibu Rohati bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah dalam mengejar impian ibadah,” tutupnya.