JAKARTA – Bupati Mempawah, Erlina, yang baru dilantik sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Indonesia (Aspeksindo), menyuarakan aspirasi masyarakat pesisir Mempawah terkait pengelolaan tanah timbul hasil konservasi mangrove. Audiensi tersebut dilakukan bersama Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Kementerian ATR/BPN RI di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Dalam pertemuan itu, Erlina memaparkan bahwa tanah timbul di pesisir Mempawah terbentuk dari upaya konservasi lingkungan yang telah dilakukan selama belasan tahun. Hasilnya, wilayah pesisir bertambah sekitar 600 hektare.
“Kami membawa aspirasi masyarakat agar tanah timbul ini dikelola untuk kemaslahatan warga pesisir. Tanah ini adalah hasil kerja keras masyarakat dan komunitas pecinta mangrove di Mempawah,” tegas Erlina.
Ia menambahkan, jika hak guna kawasan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah, maka upaya konservasi dan penanaman mangrove oleh masyarakat akan terus berlanjut, sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka.
Erlina juga mengungkapkan rasa syukur karena upaya pelestarian pesisir membawa dampak nyata bagi wilayah Mempawah. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menjaga kelestarian mangrove, yang berperan besar dalam menjaga ekosistem laut.
“Keberadaan mangrove memberikan banyak manfaat, mulai dari melindungi pantai hingga menjaga keberlangsungan biota laut. Kami berharap dukungan konservasi ini terus berlanjut di tengah tantangan perubahan iklim,” ujarnya.
Erlina menutup pernyataan dengan mengapresiasi Kementerian ATR/BPN dan Kantor Pertanahan Mempawah atas dukungan mereka.
“Terima kasih atas pengakuan dan penyerahan hak tanah timbul di kawasan pesisir Mempawah,” pungkasnya.


