Tim bola basket putri Kabupaten Mempawah meraih medali perak pada POPDA Kalimantan Barat 2026 usai kalah dari Kota Pontianak di final. Cedera lima pemain inti menjadi kendala utama sepanjang laga puncak.
PONTIANAK – Tim bola basket putri Kabupaten Mempawah harus puas membawa pulang medali perak setelah takluk dari Kota Pontianak pada partai final POPDA Kalimantan Barat 2026 yang berlangsung di GOR Terpadu Pangsuma, Pontianak, Kamis (25/6/2026) malam.
Ketua PERBASI Kabupaten Mempawah, Zimmy Alexander, mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang telah tampil maksimal sepanjang kejuaraan yang digelar pada 22 hingga 25 Juni 2026 tersebut.
Menurut Zimmy, langkah Mempawah menuju partai final diawali dengan kemenangan atas Kabupaten Landak di babak semifinal. Namun, pada laga perebutan medali emas, timnya harus mengakui keunggulan Kota Pontianak dengan skor 70-32.
“Anak-anak sudah memberikan kemampuan terbaiknya. Kami berhasil melewati semifinal dengan mengalahkan Landak, tetapi di final harus mengakui keunggulan Kota Pontianak dengan skor 70-32,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, performa tim di laga puncak turut dipengaruhi kondisi skuad yang tidak ideal. Sebanyak lima dari 12 pemain mengalami cedera dan seluruhnya merupakan pemain inti.
“Kondisi ini tentu sangat berpengaruh terhadap kekuatan tim. Lima pemain inti mengalami cedera sehingga pertandingan final menjadi jauh lebih berat bagi kami,” kata Zimmy.
Selain faktor cedera, Zimmy juga menilai jadwal pertandingan menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi. Pasalnya, babak semifinal dan final digelar pada hari yang sama sehingga meningkatkan risiko kelelahan dan cedera bagi para atlet.
“Kami berharap ke depan penyelenggara dapat menyusun jadwal yang lebih baik agar kesehatan dan kebugaran atlet tetap terjaga. Bermain semifinal dan final dalam satu hari tentu memiliki risiko yang cukup besar,” ungkapnya.
Sementara itu, perjalanan tim bola basket putra Mempawah harus terhenti lebih awal. Zimmy menilai komposisi usia menjadi salah satu tantangan yang dihadapi timnya, mengingat sebagian besar pemain Mempawah masih berstatus pelajar SMP, sedangkan mayoritas lawan sudah duduk di bangku SMA meski masih memenuhi ketentuan batas usia POPDA.
“Meski belum berhasil membawa pulang medali emas, raihan medali perak dari tim putri dinilai menjadi modal berharga untuk pembinaan atlet basket Mempawah pada ajang-ajang berikutnya,” tuntasnya.


