KONI Mempawah mulai mematangkan persiapan menghadapi Porprov Kalbar 2026 dengan target tiga besar, sekaligus memperkuat pembinaan dan mempertahankan atlet potensial daerah.

MEMPAWAH – Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mempawah periode 2026–2030 mulai bergerak mempersiapkan agenda olahraga daerah, meski pelantikan resmi belum dilaksanakan.

Langkah awal ditandai dengan rapat perdana pengurus yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah, Jumat (4/9) sore.

Rapat tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus membahas berbagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Kepengurusan KONI Mempawah periode 2026–2030 dipimpin Safruddin Asra sebagai ketua umum berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Barat Nomor 21 Tahun 2026.

Pria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mempawah ini mengatakan rapat perdana menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi dan menyatukan visi seluruh jajaran pengurus.

“Ini adalah rapat perdana bagi pengurus KONI yang baru terbentuk sekaligus menjadi sarana diskusi bersama untuk menghadapi agenda ke depan,” ujar Safruddin.

Menurutnya, seluruh cabang olahraga (cabor) di Mempawah memiliki kesempatan untuk terlibat dalam pembinaan dan persiapan Porprov. Namun, keikutsertaan setiap cabor tetap harus mengikuti mekanisme seleksi serta aturan kepesertaan yang telah ditetapkan.

Karena itu, ia meminta masing-masing cabor segera membenahi organisasi dan mempersiapkan atlet yang nantinya akan memperkuat kontingen Kabupaten Mempawah.

“Kami berharap seluruh cabang olahraga melakukan seleksi serta kembali melakukan penyehatan organisasi agar dapat menjadi peserta Porprov,” katanya.

Safruddin juga menekankan pentingnya pembinaan atlet lokal sebagai bagian dari program jangka panjang KONI Mempawah.

Ia menilai daerah ini memiliki sejumlah atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat provinsi, bahkan berpeluang menyumbangkan medali. Persoalannya, pembinaan dan perhatian terhadap atlet masih perlu diperkuat.

Menurut Safruddin, terdapat atlet potensial asal Mempawah yang akhirnya memperkuat daerah lain karena dinilai belum memperoleh dukungan yang memadai.

“Yang masih menjadi kendala adalah banyak atlet kita yang berpotensi meraih medali emas, namun mereka justru membela daerah lain karena kurang diperhatikan,” ungkapnya.

Persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama antara KONI dan seluruh cabor. Pemetaan atlet potensial harus dilakukan sejak dini agar bibit unggulan Mempawah dapat dibina secara konsisten dan tidak berpindah membela daerah lain.

“Kita berharap ada kerja sama yang baik antara seluruh pengurus untuk meningkatkan prestasi dan melihat potensi-potensi atlet,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembinaan olahraga tidak boleh hanya dilakukan menjelang Porprov. Sistem pembinaan yang berkesinambungan diperlukan agar atlet Mempawah memiliki kesempatan berkembang hingga ke level nasional.

Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, KONI Mempawah tetap berupaya mempertahankan prestasi daerah. Untuk Porprov Kalbar 2026, target yang dipasang adalah menembus sekaligus mempertahankan posisi tiga besar.

“Harapan saya, semua cabang olahraga di Mempawah bisa aktif, sehat, dan berprestasi. Mari kita bersama-sama mengangkat nama baik daerah lewat olahraga,” tegas Safruddin.