Hendra resmi mengembalikan berkas pendaftaran Bacalon Kades Toho Ilir. Ia membawa sejumlah rencana pembenahan pelayanan, BUMDes, pendidikan dan kesehatan desa.
MEMPAWAH – Bakal Calon Kepala Desa (Bacalon Kades) Toho Ilir, Hendra, resmi mengembalikan berkas formulir pendaftaran kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD), Kamis (5/11/2026). Penyerahan berkas berlangsung di Kantor Desa Toho Ilir, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.
Pengembalian berkas tersebut menjadi bagian dari tahapan pencalonan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Toho Ilir. Langkah ini sekaligus menandai keseriusan Hendra untuk mengikuti proses pemilihan dan berkompetisi mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Hendra mengatakan, keputusannya maju dalam Pilkades dilandasi keinginan untuk melakukan pembenahan terhadap tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam aspek pelayanan publik dan administrasi.
Pengalaman selama dua setengah tahun sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ditambah latar belakang birokrasi, menjadi bekal baginya untuk melihat langsung berbagai hal yang menurutnya masih perlu ditingkatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Saya melihat langsung apa yang dilakukan pemerintah desa selama dua setengah tahun menjabat BPD. Karena basic saya birokrasi, saya ingin pelayanan dan administrasi desa bisa lebih baik,” ujarnya.
Selain pembenahan pelayanan pemerintahan, Hendra juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia menilai, setelah dua periode kepemimpinan kepala desa saat ini, pengembangan dan hasil usaha BUMDes belum terlihat optimal.
Karena itu, apabila mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Toho Ilir, pembenahan pengelolaan BUMDes menjadi salah satu agenda yang akan dilakukannya.
“Kalau saya terpilih nanti, BUMDes akan saya benahi,” tegasnya.
Di sektor pendidikan, Hendra menyebut akan menjadikan bidang tersebut sebagai salah satu prioritas. Hal itu sejalan dengan latar belakang profesinya sebagai guru.
Ia juga berencana meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui optimalisasi fasilitas yang telah dimiliki desa, termasuk memaksimalkan operasional ambulans desa.
“Selain itu, berbagai inovasi pelayanan kesehatan juga akan didorong, agar masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan,” tambahnya.
Sementara dalam bidang pembangunan, Hendra menyadari adanya kebijakan efisiensi anggaran dana desa yang menjadi tantangan bagi pemerintah desa ke depan.
Meski demikian, ia menilai keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk tetap mendorong pembangunan. Menurutnya, diperlukan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi agar program pembangunan di Desa Toho Ilir tetap dapat dimaksimalkan.
“Berbagai rencana tersebut, akan menjadi bagian dari upaya saya apabila nantinya memperoleh amanah masyarakat untuk memimpin Desa Toho Ilir,” pungkasnya.


