SUI PINYUH – Pemandangan berbeda terlihat di Pasar Pagi Sungai Pinyuh, Senin (16/12). Air setinggi mata kaki orang dewasa menggenangi jalan di sekitaran Pasar. Padahal sebelumnya kota Sungai Pinyuh tidak dilanda hujan.
Meski demikian, fenomena alam tersebut tidak menggangu aktivitas jual beli. Warga masih ramai memenuhi pasar untuk memenuhi kebutuhan hariannya.
Menurut salah seorang pedagang, Sartinah, tergenangnya pasar oleh air disebabkan oleh pasangnya air laut. Sehingga peristiwa tersebut dianggap sudah menjadi hal yang biasa oleh pedagang dan warga yang berbelanja.
“Memang kalau tidak hujan tetapi kondisi pasar banjir, berarti disebabkan pasang air laut. Tapi bagi kami ini hal yang biasa, makanya tidak menggangu aktivitas jual beli di pasar,” jelas dia.
Warga Mempawah yang sudah 30 tahun berdagang di Pasar Pagi Sungai Pinyuh tersebut menambahkan, fenomena pasang air laut tersebut dimulai sejak Minggu (15/12). Namun air yang menggenangi Pasar Pagi tidak berlangsung lama, hanya beberapa jam kondisi akan kembali normal.
“Jam 3 subuh air mulai naik, tapi biasanya pagi sekitar pukul 9 pagi sudah kembali surut. Pasangnya juga tidak terlalu tinggi, hanya sebatas mata kaki orang dewasa saja,” ungkapnya.
Sartinah mengatakan, pasang air laut tersebut tidak terlepas dari letak kota Sungai Pinyuh yang memang berada di pesisir pantai jalur utara. Bahkan karena sudah menjadi peristiwa yang sering terjadi, Sartinah melanjutkan, masyarakat sudah bisa memperkirakan keberlangsungan pasang air laut.
“Kami sudah terbiasa dengan kejadian ini, bahkan kalau kata orang tua dahulu, biasanya akan berlangsung tiga hari atau tujuh hari, tapi yang pastinya karena sudah biasa, jadi tinggal dinikmati saja,” pungkasnya sambil tersenyum.


