Satu penumpang tewas dalam kecelakaan tunggal mobil pikap bermuatan durian di depan Gua Maria Anjongan, Mempawah. Polisi menduga pengemudi mengantuk hingga kendaraan hilang kendali dan terguling.

MEMPAWAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal merenggut satu korban jiwa di Jalan Raya Anjongan–Mandor, tepatnya di depan Gua Maria Anjongan, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kapolsek Anjungan, IPTU Andrianto, SH., MH., mengatakan kecelakaan melibatkan sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max dengan nomor plat KB 8170 LD bermuatan buah durian yang dikemudikan Riki. Kendaraan tersebut melaju dari arah Kabupaten Landak menuju Sungai Pinyuh.

“Sesampainya di depan Gua Maria Anjongan, kendaraan diduga hilang kendali hingga melebar ke sisi kiri jalan, kemudian menabrak pohon dan akhirnya terguling di tepi parit dengan posisi terbalik,” ujar IPTU Andrianto.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata dia, faktor kelelahan atau rasa kantuk diduga menjadi penyebab pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.

“Dugaan sementara, pengemudi mengantuk saat mengemudi sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraan dengan baik. Namun penyebab pasti kecelakaan masih kami dalami,” katanya.

Peristiwa itu mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga segera memberikan pertolongan dengan mengevakuasi pengemudi dan penumpang yang masih terjepit di dalam kabin. Bahkan, warga bergotong royong menyusun balok-balok kayu di sepanjang badan kendaraan agar mobil tidak semakin terperosok ke dalam parit.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang dengan sigap membantu proses evakuasi sebelum petugas tiba di lokasi. Tindakan tersebut sangat membantu penanganan awal terhadap para korban,” ungkap IPTU Andrianto.

Setelah berhasil dievakuasi, pengemudi Riki bersama penumpangnya, Yanto (29), warga Desa Sailo, Kecamatan Mempawah Hulu, langsung dilarikan ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, Yanto dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami luka berat pada bagian kepala. Sementara pengemudi menjalani perawatan atas luka yang dideritanya.

Petugas Unit Lalu Lintas Polsek Sungai Pinyuh yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan pikap bermuatan durian tersebut. Kasus kecelakaan masih dalam penanganan kepolisian.

IPTU Andrianto mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara, terutama saat melakukan perjalanan pada dini hari atau pagi hari.

“Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan diri mengemudi ketika merasa lelah atau mengantuk. Apabila kondisi tubuh tidak fit, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.