MEMPAWAH – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Riduan M. Yusuf, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Naik Dango ke-40 yang berlangsung di Kecamatan Sadaniang. Ia menyoroti secara khusus meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya tersebut.
Naik Dango sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Dayak Kanayatn sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen serta doa untuk keberkahan di masa depan. Keterlibatan kaum muda dalam acara ini menjadi sinyal positif bagi masa depan kebudayaan lokal di Kabupaten Mempawah.
Menurut Riduan, partisipasi aktif para pemuda dalam berbagai rangkaian acara Naik Dango menjadi harapan baru bagi keberlangsungan tradisi masyarakat Dayak di tengah arus globalisasi. “Saya sangat bangga melihat anak-anak muda ambil bagian langsung dalam kegiatan adat ini. Ini bukti bahwa generasi muda mulai menyadari pentingnya warisan budaya leluhur,” ujarnya.
Riduan menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan pada generasi tua. Justru, generasi mudalah yang harus didorong untuk mengambil peran lebih besar agar nilai-nilai tradisi tetap hidup dan berkembang seiring zaman. “Kalau bukan mereka yang melanjutkan, siapa lagi? Jangan sampai budaya kita hanya tinggal cerita,” tambahnya.
Ia juga mengajak semua pihak—pemerintah daerah, tokoh adat, dan lembaga pendidikan—untuk lebih aktif mengedukasi dan memfasilitasi generasi muda dalam mengenal serta mencintai budaya lokal. Menurutnya, di era modern ini, tantangan pelestarian budaya semakin kompleks dan memerlukan perhatian serius.
“Budaya bukan sekadar upacara atau simbol. Ia adalah identitas dan jati diri. Generasi muda harus diajak tidak hanya mengenal, tapi juga menghidupi dan mengembangkan budaya kita agar tetap relevan dan membanggakan,” pungkas Riduan.


