Wakil Ketua DPRD Mempawah Riduan M Yusuf mengapresiasi Festival Sahur-Sahur masuk Karisma Event Nusantara 2026 dan mendorong dampak nyata bagi ekonomi masyarakat serta pelestarian budaya lokal.

MEMPAWAH – Pengakuan Festival Sahur-Sahur sebagai bagian dari program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Riduan M Yusuf.

Riduan menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja panjang pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjaga dan mempromosikan tradisi lokal hingga diakui di tingkat nasional.

“Kami di DPRD tentu memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ini bukan proses yang singkat, tetapi melalui perjuangan dan konsistensi selama bertahun-tahun. Pengakuan ini membuktikan bahwa budaya Mempawah memiliki nilai dan daya saing di tingkat nasional,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Sabtu (1/3/2026).

Menurutnya, masuknya Festival Sahur-Sahur dalam KEN bukan sekadar simbol prestise, melainkan harus menjadi momentum untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah. DPRD, kata dia, akan mendorong agar event tersebut dikelola semakin profesional dan berkelanjutan.

“Status nasional ini harus berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan generasi muda. Jangan hanya seremonial, tetapi mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal,” tegasnya.

Riduan juga menyoroti pentingnya pelestarian nilai budaya dalam setiap penyelenggaraan festival. Ia mengingatkan agar keaslian tradisi membangunkan sahur dengan alat musik perkusi sederhana tetap dipertahankan sebagai identitas khas Mempawah.

“Keunikan inilah yang menjadi kekuatan kita. Jangan sampai hilang karena modernisasi. Justru inovasi harus dilakukan tanpa menghilangkan ruh budaya aslinya,” katanya.

Selain itu, ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi dapat terus berlanjut, baik dalam bentuk pembinaan, promosi, maupun penguatan anggaran untuk pengembangan event.

“Kami siap bersinergi dengan eksekutif agar Festival Sahur-Sahur semakin besar dan mampu menjadi agenda wisata unggulan tahunan yang menarik wisatawan dari luar daerah,” tambahnya.

Sebagai informasi, Festival Sahur-Sahur juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dengan capaian tersebut, DPRD optimistis Mempawah akan semakin dikenal sebagai daerah yang kuat dalam pelestarian budaya.

“Hal ini sekaligus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis kearifan lokal,” pungkas dia.