SUI PINYUH – Delapan dump truk dioperasionalkan Dinas Perhubungan untuk mengurangi penumpukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Pendidikan Sungai Pinyuh, Minggu (2/2) malam.
Berdasarkan pemantauan media ini, pengangkutan sampah yang sudah meluber keluar bak penampungan tersebut dilakukan oleh puluhan petugas kebersihan. Mereka bahu membahu mengangkat sampah ke dalam bak truk angkutan. Namun Delapan unit dump truk yang dikerahkan, tak mampu menampung seluruh sampah.
“Sampah masih tersisa, diperkirakan membutuhkan satu dump truk lagi baru bisa diangkut semua,” ujar Hendri, salah satu warga Sungai Pinyuh yang memantau langsung proses pengangkutan di lokasi.
Dia mengatakan, melalui informasi yang diterima, sampah akan dibuang ke TPST darurat sementara di Moton Tinggi. Namun akan dilakukan keesokan harinya, karena kondisi jalan yang masih rusak. Karena sebelumnya petugas pengangkut sampah sudah terlebih dahulu melakukan pembersihan di wilayah Kota Mempawah.
“Jadi malam ini akan mobil angkutan akan parkir di kantor Dishub, besok baru dibawa ke Moton Asam. Mengingat kondisi Medan, petugas cukup kesusahan memobilisasi sampah pada malam hari,” jelasnya.
Sebagai warga Sungai Pinyuh, Hendri berharap permasalahan penumpukan sampah dapat segera teratasi, dikarenakan Penumpukan sudah terjadi di beberapa titik, tak hanya di Sungai Pinyuh, namun juga di Kecamatan lainnya di Kabupaten Mempawah.
“Karena ini sudah menjadi permasalahan seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah, semoga saja solusi terbaik segera didapatkan, agar sampah dapat segera diangkut ke TPA Sungai Bakau Besar Laut,” harap dia.


