MEMPAWAH – Hujan sore hari itu turun perlahan, membasahi Jalan Cempaka yang ramai di jantung Kota Mempawah. Di seberang Markas Kodim 1201, aroma kopi hangat dan makanan khas Jawa menyeruak dari sebuah bangunan baru yang langsung menarik perhatian siapa pun yang melintas. Itulah hari lahirnya Benjod Coffee Mempawah, sebuah kedai kopi dan tempat makan yang menggabungkan semangat kuliner tradisional dan modern, hasil dari tangan pasangan anggota Polres Mempawah: Bripka Pujianto dan Brigpol Endah Putrianingsih.
Bukan sekadar grand opening biasa, momen pembukaan Benjod Coffee pada Jumat, 1 Agustus 2025 itu menjadi selebrasi rasa, keluarga, dan warisan budaya. Musik akustik berpadu dengan tawa penonton yang menyaksikan penampilan komunitas stand-up comedy lokal. Di tengah keramaian, Wakapolres Kompol Antonius Trias berdiri memberikan sambutan yang hangat.
“Hujan ini membawa berkah. Di tengah musim karhutla, kita disambut hujan saat pembukaan Benjod Coffee. Saya anggap ini pertanda baik,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Tak sekadar memuji suasana, Antonius juga menaruh apresiasi besar atas semangat anggota Polres yang mengembangkan usaha UMKM.
“Saya sudah coba makan di sini. Baksonya enak, dan tempat ini punya potensi besar. Menu lengkap, suasana nyaman,” tambahnya.
Dari Magetan untuk Mempawah
Nama Benjod mungkin terdengar unik. Tapi bagi Pujianto, ada kisah penuh makna di baliknya.
“Benjod itu panggilan untuk embah saya, Pak Parto, di kampung halaman kami di Magetan, Jawa Timur, beliau sangat berjasa dalam hidup saya, dan nama ini adalah bentuk penghormatan,” tutur Pujianto.
Dari sinilah kisah Benjod Coffee dimulai. Tapi jauh sebelum aroma kopi memenuhi udara Jalan Cempaka, pasangan ini sudah lebih dulu menapaki jalur usaha secara bertahap—dimulai dari laundry di tahun 2018, rumah makan di 2020, barbershop di 2021, dan kini cafe modern dengan sentuhan khas rumahan.
Sang istri, Endah, bahkan rela mengambil pelatihan barista di Pontianak demi memastikan bahwa setiap tegukan kopi yang disajikan di Benjod Coffee bukan sekadar minuman, tapi pengalaman.
Rasa yang Akrab dan Menggoda
Menu di Benjod Coffee adalah perpaduan lintas rasa dan budaya. Ada gudeg, nasi pecel, garang asem, cilok jamur, dan nasi angkringan yang membawa penikmatnya langsung ke suasana Jogja. Tapi bagi yang mencari sentuhan Western, tersedia juga steak bakso, ayam crispy, dan sajian ala café kekinian.
Harga? Sangat ramah di kantong. Mulai dari Rp13.000 saja, pengunjung sudah bisa menikmati aneka menu menggoda. Minuman andalan seperti Kopi Benjod hanya dibanderol Rp14.000, dengan varian unik lainnya seperti kopi pandan dan butterscotch—favorit kalangan muda.
Tak hanya itu, tersedia juga paket keroyokan untuk 4–6 orang yang cocok disantap bersama keluarga, dengan menu komplit dari ayam utuh hingga teh es dingin yang menyegarkan.
Ruang Nyaman untuk Semua Kalangan
Tapi Benjod Coffee bukan hanya soal makanan. Tempat ini dirancang sebagai ruang yang menggabungkan kenyamanan, estetika, dan kebersamaan. Dengan konsep indoor-outdoor, tersedia tempat duduk biasa dan lesehan, playground gratis untuk anak-anak, parkir luas, hingga fasilitas Wi-Fi gratis.
“Kami ingin tempat ini tidak hanya jadi tongkrongan anak muda, tapi juga ruang santai keluarga,” kata Endah.
Kedai ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Suasana hangat, pelayanan ramah, dan kualitas rasa yang dijaga membuat Benjod Coffee lebih dari sekadar kafe biasa—ia adalah cerita cinta dan usaha yang dituang ke dalam secangkir kopi dan sepiring nostalgia.
Dengan kehadiran Benjod Coffee, Kabupaten Mempawah kini punya satu lagi destinasi kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga menghangatkan hati.
“Kalau orang tua mau ngopi, anak-anak bisa main di playground, semua happy,” tutupnya.


