Anggota DPRD Mempawah, Leopole Van Aert, minta orang tua bina dan tingkatkan pengawasan terhadap anak remaja agar tak terjerumus balap liar.
MEMPAWAH — Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, daerah pemilihan Sungai Pinyuh–Anjongan, Drs. Leopole Van Aert, mengimbau para orang tua untuk membina dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak remaja. Hal ini disampaikan menyusul kasus balap liar di Jalan Patoka, Sungai Pinyuh, yang menelan korban dua remaja di bawah umur.
“Kalau dilihat dari usianya, mereka seharusnya masih berstatus pelajar, yaitu 14 dan 15 tahun,” ujar dia.
Ketua Komisi II DPRD Mempawah itu menilai, pengawasan orang tua tidak cukup hanya berupa larangan, tetapi harus disertai pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif agar anak merasa diperhatikan dan diarahkan ke kegiatan positif.
“Anak-anak, terlebih remaja, butuh perhatian, bukan sekadar larangan. Mari kita awasi dengan pendekatan yang membuat mereka merasa didengar dan diarahkan ke hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Leo Van Aert tersebut berharap peristiwa itu menjadi pelajaran bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan di jalan raya. Ia menegaskan, DPRD Mempawah siap mendukung langkah Pemkab dan aparat keamanan dalam menekan maraknya aksi balap liar di wilayah Sungai Pinyuh dan sekitarnya.
“Keselamatan anak-anak kita adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai nyawa melayang hanya karena adu cepat di jalan,” tegasnya.


