Mempawah (Pena Mempawah) – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Mempawah pada Minggu (20/10) sekitar pukul 14.00 WIB mengakibatkan kerusakan.
Salah satu rumah warga di Jalan Aswar, RT 11/RW 03, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, roboh akibat diterjang angin kencang.
Meski rumah hancur, beruntung tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.
Korban, Nurhayati, yang tinggal di rumah tersebut, mengisahkan momen saat angin kencang menerjang lingkungan tempat tinggalnya.
Ia menceritakan bahwa saat kejadian, dirinya tengah mengangkat jemuran di belakang rumah.
“Saat itu saya mengangkat jemuran pakaian dibelakang rumah. Kondisinya memang sudah turun hujan dan angin kencang,” kenang Nurhayati.
Usai mengangkat jemuran, lanjut Nurhayati seketika dia mendengar suara bangunan rumah yang ditempatinya seketika roboh. Tak pelak, dia pun bergegas keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.
“Tiba-tiba saja rumah roboh ditiup angin kencang. Saya langsung keluar dari rumah karena takut tertimpa bangunan rumah yang roboh. Bangunan rumah roboh ke arah jalan,” tuturnya.
Setelah menyelesaikan jemurannya, Nurhayati tiba-tiba mendengar suara rumahnya roboh akibat tiupan angin kencang. Ia segera berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
“Beberapa barang di dalam rumah tertimpa bangunan yang roboh. Seperti kasur, lemari dan lainnya. Sudah tidak sempat untuk menyelamatkan barang, hanya berfikir menyelamatkan diri sendiri,” ujarnya.
Nurhayati menambahkan bahwa ia tak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah karena fokus menyelamatkan diri.
Akibat insiden ini, Nurhayati terpaksa tinggal sementara di rumah tetangganya. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumahnya yang mengalami kerusakan parah.
“Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak lainnya. Agar rumah ini bisa kembali dibangun dan ditempati untuk saya beristirahat,” katanya.
Orang tua Nurhayati, Haminah Said, menambahkan bahwa saat kejadian, dirinya sedang mengikuti kegiatan pengajian dan baru mengetahui rumahnya roboh setelah kembali.
“Saat kejadian itu, saya mengikuti kegiatan pengajian. Ketika pulang kerumah, saya melihat bangunan rumah sudah roboh,” kenangnya.
Haminah mengakui bangunan rumah yang ditempatinya tidak memiliki pondasi yang kuat. Sehingga, sangat berbahaya ketika diterjang cuaca ekstrim.
“Bangunan rumah ini berdiri kurang lebih sudah lima tahun. Sementara ini, saya terpaksa mengungsi dirumah anak,”tutupnya.


