Anggota DPRD Mempawah, Hudi Sarman, menyoroti dampak gejolak ekonomi nasional terhadap daya beli masyarakat dan minta Pemkab ambil langkah taktis.
MEMPAWAH – Anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hudi Sarman, menyoroti dampak gejolak ekonomi nasional terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di daerah. Ia menilai situasi keuangan nasional yang tidak stabil kini mulai terasa hingga ke tingkat kabupaten.
Menurutnya, pengurangan transfer ke daerah akibat kebijakan fiskal nasional berdampak langsung terhadap postur pendapatan daerah. Kondisi tersebut membuat kemampuan daerah dalam membiayai program pembangunan menjadi terbatas.
“Gejolak ekonomi nasional membawa pengaruh besar terhadap kemampuan keuangan daerah. Ini harus diantisipasi dengan langkah taktis dan efisien,” ujar Hudi Sarman.
Politisi PAN itu juga menyoroti kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kini mencapai Rp16.572 per dolar. Kenaikan ini, kata dia, menimbulkan efek domino terhadap peningkatan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.
“Jika inflasi meningkat, harga kebutuhan pokok akan naik dan daya beli masyarakat turun. Akibatnya, angka kemiskinan bisa bertambah, terutama di Mempawah yang masih di atas rata-rata nasional,” terangnya.
Untuk menekan dampak yang lebih luas, Hudi meminta Pemkab Mempawah melakukan pengawasan dan intervensi tepat sasaran, khususnya bagi kelompok masyarakat terdampak kenaikan harga bahan pokok.
Ia juga berharap agar pemerintah daerah memperkuat kebijakan pengendalian inflasi, menjaga stabilitas harga, serta memperluas bantuan sosial untuk melindungi masyarakat rentan dari tekanan ekonomi global.
“Langkah cepat dan terukur harus dilakukan agar tidak menimbulkan gejolak sosial di masyarakat,” tegasnya.


