Ketua DPRD Mempawah Safruddin Asra mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik pada ruko dan bangunan lama guna mencegah kebakaran, menyusul musibah yang menghanguskan 18 ruko di kawasan Pasar Pagi Sungai Pinyuh.
MEMPAWAH – Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, menyoroti pentingnya pemeriksaan dan peremajaan instalasi listrik pada bangunan-bangunan lama, khususnya rumah toko (ruko) yang banyak terdapat di sejumlah kawasan perdagangan di Kabupaten Mempawah.
Pernyataan tersebut disampaikan Safruddin menyusul kebakaran yang menghanguskan sekitar 18 unit ruko di kawasan Pasar Pagi, Jalan Pasar Pagi, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (9/6/2026) petang.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun berdasarkan analisis awal, dugaan mengarah pada kemungkinan terjadinya korsleting listrik pada bangunan yang sebagian besar merupakan bangunan lama dengan material kayu yang mudah terbakar sehingga api cepat merambat ke bangunan lain.
Menurut Safruddin, peristiwa kebakaran yang terjadi di pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemilik bangunan, terutama bangunan yang telah berusia puluhan tahun dan masih menggunakan instalasi listrik lama.
“Kita sangat prihatin atas musibah yang menimpa para pedagang dan pemilik ruko di Pasar Pagi Sungai Pinyuh. Peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan-bangunan lama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak ruko tua yang dibangun puluhan tahun lalu masih menggunakan jaringan kabel dan perangkat listrik yang sudah mengalami penurunan kualitas. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan korsleting apabila tidak dilakukan pemeriksaan secara berkala.
“Instalasi listrik memiliki usia pakai. Jika kabel, sakelar, maupun sambungan listrik sudah tua dan tidak pernah diperiksa, tentu risiko terjadinya arus pendek akan semakin besar. Apalagi jika penggunaan daya listrik saat ini jauh lebih tinggi dibanding saat bangunan pertama kali dibangun,” katanya.
Safruddin mengimbau para pemilik ruko, rumah toko, maupun bangunan usaha lainnya untuk melakukan pengecekan instalasi listrik secara rutin dengan melibatkan tenaga teknis yang kompeten. Langkah tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan kerugian besar yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Selain itu, ia juga meminta instansi terkait untuk meningkatkan sosialisasi mengenai standar keamanan instalasi listrik dan mitigasi kebakaran kepada masyarakat.
“Kita berharap ada upaya preventif yang lebih masif. Jangan menunggu terjadi kebakaran baru dilakukan pemeriksaan. Keselamatan masyarakat dan keberlangsungan usaha para pedagang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.


