MEMPAWAH – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mempawah, Muhammad Guntur, menyoroti sejumlah persoalan penting di bidang pemerintahan dan hukum hasil serapan aspirasi masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah indikasi peredaran oli palsu di wilayah Kalimantan Barat, termasuk di Mempawah. Ia meminta pemerintah daerah tidak menutup mata atas persoalan ini, mengingat dampaknya sangat merugikan masyarakat.

“Kami mendorong agar Pemda bersama instansi terkait segera melakukan inspeksi mendadak secara gabungan ke kios, distributor, hingga suplier oli di Mempawah. Ini penting sebagai langkah perlindungan kepada masyarakat,” tegas Guntur, Senin (14/7).

Selain itu, Guntur juga menyinggung polemik yang masih berlangsung terkait Pulau Pengikik. Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius, mengingat status pulau tersebut berkaitan dengan kedaulatan daerah dan potensi sumber daya alam yang ada.

Menurutnya, koordinasi dan sinergi antar lembaga – baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif – harus terus diperkuat guna memastikan tata kelola pemerintahan berjalan akuntabel dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Tak hanya itu, sektor olahraga juga mendapat perhatian dari Komisi I. Guntur menyebut, kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga terus meningkat, namun tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Ia mencontohkan perlunya perbaikan jogging track dan fasilitas olahraga lainnya yang dapat menunjang gaya hidup sehat masyarakat.

“Fasilitas olahraga yang layak menjadi bagian penting dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Ini harus menjadi perhatian dan komitmen bersama,” pungkasnya.