MEMPAWAH – Di tengah gemerlap pilihan wisata modern yang kerap diidentikkan dengan liburan keluarga, Letkol Inf Benu Supriyantoko justru memilih arah sebaliknya. Dandim 1201/Mempawah ini mengajak istri dan ketiga anaknya melewatkan hari libur dengan cara yang sederhana namun penuh makna; menyatu dengan alam dan aktivitas agrikultur di Lahan Ketahanan Pangan Terpadu Kodim 1201/Mpw.
Alih-alih mengunjungi tempat wisata populer, keluarga kecil ini menapaki jalan tanah menuju hamparan lahan subur di Desa Sungai Purun Kecil. Di sinilah Kodim 1201/Mpw mengembangkan kawasan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem terpadu. Di balik fungsi strategisnya sebagai bagian dari program ketahanan pangan, kawasan ini menyimpan pengalaman edukatif dan kebahagiaan sederhana, terutama bagi anak-anak.
Tawa ceria terdengar ketika ketiga anak Letkol Inf Benu berjalan di antara kebun dan kandang, sesekali berhenti mengamati ayam-ayam petelur atau mengamati hamparan kebun dan lahan pertanian. Tak hanya melihat, mereka turut serta merasakan; dari memanen telur ayam hingga bermain air di parit buatan di sekitaran lahan.

Salah satu momen paling mengesankan terjadi ketika si bungsu, dengan spontan, menceburkan diri ke parit dan bergabung bersama anak-anak desa yang juga tengah mandi dan bermain. Tanpa sekat, tanpa canggung. Gelak tawa mereka berpadu dengan gemericik air, membingkai potret kebahagiaan yang sederhana namun tulus.
Letkol Inf Benu tampak menikmati suasana tersebut, sesekali tersenyum melihat keceriaan anak-anaknya. Bagi pria yang menghabiskan masa kecilnya dalam kesederhanaan, momen ini bukan sekadar liburan, tapi bagian dari proses pendidikan karakter.
“Mungkin karena saya dulu dari kecil biasa hidup susah dan dididik keras oleh orangtua, sehingga menurut saya bagus dan itu yang saya turunkan. Biar anak-anak bisa lebih baik dari saya nanti,” ujar Benu, penuh kesadaran bahwa nilai-nilai itu akan menjadi bekal penting dalam kehidupan anak-anaknya kelak.
Ia sendiri memanfaatkan waktu itu untuk memantau perkembangan lahan ketahanan terpadu, sebuah inisiatif yang tak hanya menopang kebutuhan pangan, tapi juga menjadi ruang belajar bagi banyak orang.
Hari itu, bukan hanya tentang bersenang-senang, melainkan juga tentang memperkenalkan nilai kerja keras, kemandirian, dan kecintaan terhadap alam kepada generasi penerus langsung dari sumbernya.
Liburan keluarga ala Dandim 1201/Mpw menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tak selalu harus dicari jauh. Terkadang, ia tumbuh dari tanah yang diolah dengan tangan sendiri, dan dari tawa anak-anak yang bebas bermain di bawah langit desa.


