Sungai Pinyuh (Pena Mempawah)  – Memeriahkan peringatan ke-96 Sumpah Pemuda, pelajar SMP, SMA, dan di wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh menyelenggarakan festival karnaval, Senin (28/10).

Menariknya, dalam karnaval kali ini ratusan peserta menggunakan berbagai macam kostum dengan tiga kategori yaitu daur ulang, adat, dan profesi. Mereka tampak semangat mengelilingi kota Pinyuh, meskipun saat itu cuaca cukup panas.

Menurut guru SMK Panca Karsa Sungai Pinyuh, Muhammad Kofif, rangkaian kegiatan Sumpah Pemuda dilaksanakan mulai dari Senin (28/10) dengan kegiatan karnaval, dimana peserta menggunakan kostum dari tiga kategori yaitu daur ulang, adat, dan profesi.

“Peserta akan pawai menggunakan kostum yang ditentukan sesuai kategori, lalu berkeliling sekitaran kota Sungai Pinyuh, sedangkan start dan finish nya di SMK Panca Karsa,” jelas dia.

Usai pelaksanaan karnaval, lanjut Kofif, di SMK Panca Karsa lanjut melaksanakan perlombaan fashion show, yang dilaksanakan di halaman SMK Panca Karsa.

“Peserta fashion show dari bahan daur ulang ini tak hanya SMK Panca Karsa saja, tapi juga diikuti SMAN Segedong dan SMAN Toho,” terangnya.

Pada Selasa (29/10), diungkapkan Kofif, dilanjutkan dengan lomba tari antar 9 kelas dan keesokan harinya (30/10) dilaksanakan perlombaan teater untuk kelas XII, sedangkan pada Kamis (31/10) akan dilaksanakan bazar kuliner di lingkungan sekolah.

“Sedangkan pengumuman pemenang untuk seluruh perlombaan akan dilaksanakan pada Jumat (1/11) nanti,” kata dia.

Kofif mengungkapkan, dalam pelaksanaan kali ini, pihaknya turut memfokuskan dalam pelaksanaan perlombaan kostum daur ulang. Karena SMK Panca Karsa merupakan sekolah di wilayah Sungai Pinyuh yang ditunjuk sebagai sekolah GSS (Gerakan Sekolah Sehat) oleh pemerintah pusat.

“Makanya dalam lomba kali ini, yang berkaitan dengan kostum kita juga mengikutkan kategori daur ulang, dimana peserta mengkreasikan busana yang dikenakan dari bahan-bahan bekas yang bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Salah satu peserta fashion show busana daur ulang, Margaretha, mengaku sangat antusias mengikuti perlombaan tersebut. Sebab dengan konsep daur ulang, maka dirinya beserta tim dituntut untuk berinovasi menghasilkan produk fashion yang bagus dan berkualitas.

“Persiapan dari satu bulan lebih, jadi tim menggunakan bahan dari karung dan botol plastik bekas. Kami lihat dulu konsepnya di pinterest, lalu dirancang berdasarkan ide dan pemikiran bersama,” pungkas dia