Aksi pencurian terjadi di Kantin Sekolah Methodist Sungai Pinyuh dan terekam CCTV. Pelaku menutup wajah dengan kain sarung dan menggasak sejumlah barang, menyebabkan kerugian hingga jutaan rupiah.
MEMPAWAH – Aksi pencurian terjadi di Kantin Sekolah Methodist Sungai Pinyuh yang berada di Jalan Jurusan Anjongan, Kabupaten Mempawah. Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 00.00 WIB dan terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area kantin.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diketahui masuk ke dalam kantin dengan cara merusak jendela samping. Saat beraksi, pelaku menutupi wajahnya menggunakan kain sarung sehingga identitasnya sulit dikenali. Akibat kejadian ini, pemilik kantin mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Pemilik kantin, Jono, mengatakan di area kantin terdapat dua unit kamera CCTV yang merekam seluruh pergerakan pelaku. Dari rekaman tersebut terlihat pelaku berhasil masuk dan mengambil sejumlah barang berharga.
“Pelaku masuk lewat jendela samping kantin. Di dalam, dia mengambil dua tabung gas, dua rice cooker, serta satu kompor gas,” ujar Jono.
Ia menambahkan, total kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai sekitar Rp2 juta. Terkait tindak lanjut, Jono mengaku sudah menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak sekolah, namun belum memutuskan untuk melapor ke kepolisian.
“Kami sudah melaporkan ke pihak sekolah. Untuk laporan ke polisi masih kami pertimbangkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Methodist, Aditya Gilang Pradana, membenarkan adanya aksi pencurian di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Ia juga telah meninjau langsung rekaman CCTV yang merekam aksi pelaku sejak awal hingga meninggalkan lokasi.
“Di CCTV terlihat jelas pelaku mengambil tabung gas, rice cooker, dan kompor gas. Pelaku seorang laki-laki dan wajahnya ditutup kain sarung,” jelas Aditya.
Menurutnya, sehari sebelum kejadian pencurian di kantin, sempat ada orang tak dikenal yang diduga hendak melakukan aksi serupa dengan mencoba mencongkel jendela ruang kelas 3A. Namun upaya tersebut gagal setelah diketahui oleh siswa dan diteriaki.
“Saat itu kami langsung meminta petugas keamanan untuk memperketat penjagaan. Tapi ternyata pelaku justru membobol kantin,” ungkapnya.
Aditya juga menyebut, kasus pencurian di sekolah tersebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun sebelumnya, peristiwa serupa juga pernah dialami pihak sekolah. Ia menduga pelaku sudah lebih dulu mengamati kondisi dan situasi lingkungan sekolah sebelum melancarkan aksinya.
Terkait kemungkinan pelaporan ke pihak kepolisian, Aditya mengatakan pihak sekolah masih melakukan musyawarah internal untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kami masih berdiskusi. Nanti akan diputuskan apakah kasus ini dilaporkan ke polisi atau tidak,” pungkasnya.


