SUNGAI PINYUH – Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa dan masyarakat umum di SDN 03 Sungai Pinyuh, Rabu (6/8/2025) pagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah (PKAS) yang bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan serta memperkuat budaya hidup sehat sejak dini.
Pantauan di lapangan, layanan kesehatan mulai berlangsung sejak pukul 08.30 WIB dengan melibatkan tim medis dari Puskesmas Sungai Pinyuh, termasuk dokter Chung, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Pemeriksaan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga orang tua dan para guru.
Jenis layanan yang diberikan cukup lengkap, meliputi pemeriksaan gula darah, gigi, pendengaran, kesehatan jiwa, pengukuran tinggi dan berat badan, tensi darah, hingga pemberian imunisasi.
Selain jajaran Puskesmas dan aparat kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Sungai Pinyuh Ibrahim Mahras, S.ST, Babinsa Kelurahan Sungai Pinyuh Sertu Suhardi, Kepala KUA Muhammad Watib, S.Ag, serta Kepala Sekolah SDN 03 Yusnani Amin, S.Pd.Sd.
Hingga siang hari, kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Para orang tua dan guru pun menyambut baik upaya pelayanan kesehatan langsung ke sekolah ini.
Wakapolsek Sungai Pinyuh, IPTU Iswandi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif layanan kesehatan gratis ini. Ia menilai kegiatan semacam ini penting dilakukan secara berkala untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena sifatnya preventif. Anak-anak sekolah sangat rentan terhadap masalah kesehatan yang bisa berdampak jangka panjang jika tidak ditangani sejak awal,” ujarnya.
Senada dengan itu, Pj. Kepala Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh, Afrizal, S.K.M, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi gangguan kesehatan sejak dini serta menyediakan data perkembangan kesehatan anak.
Ia menambahkan, program ini juga bertujuan untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari potensi penularan penyakit.
“Dengan penjaringan ini, kami bisa mengetahui apakah siswa mengalami gangguan kesehatan tertentu, seperti gangguan pendengaran, gigi, atau bahkan mental. Ini juga menjadi langkah awal untuk intervensi medis yang lebih cepat dan tepat,” jelas Afrizal.


