Puskesmas Sungai Pinyuh menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak kemarau sekaligus siaga menghadapi kabut asap karhutla.

MEMPAWAH – Kondisi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih mendorong Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh mengambil langkah nyata membantu masyarakat. Sebanyak kurang lebih 10.000 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah titik di wilayah Kelurahan Sungai Pinyuh.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari kepedulian jajaran Puskesmas terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah kondisi kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

PJ Kepala Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh, Afrizal, SKM, mengatakan peran fasilitas kesehatan tidak sebatas menangani masyarakat yang telah mengalami gangguan kesehatan. Puskesmas juga memiliki tanggung jawab dalam melakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah munculnya berbagai persoalan kesehatan.

“Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, kami tidak hanya memberikan pelayanan ketika masyarakat sudah sakit. Upaya promotif dan preventif juga menjadi bagian penting dari tugas kami,” ujar Afrizal.

Menurutnya, ketersediaan air bersih memiliki kaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Air diperlukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi, memasak, mencuci hingga menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Keterbatasan air dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diare dan penyakit lain yang berkaitan dengan kualitas air serta sanitasi yang kurang baik,” katanya.

Afrizal menyebut bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian seluruh staf Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh terhadap warga yang terdampak kekurangan air akibat kemarau berkepanjangan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menghadapi kondisi tersebut secara bersama-sama dengan menghemat penggunaan air dan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Mari kita bersama-sama menghadapi kondisi kekurangan air bersih ini dengan tetap tenang, saling membantu dan menggunakan air secara bijak,” pesannya.

Selain menghemat air, masyarakat juga diminta tetap memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Afrizal menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan menggunakan sabun serta memastikan air yang hendak dikonsumsi telah diolah dengan baik.

Di sisi lain, kondisi karhutla yang terjadi juga membawa persoalan lain berupa penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang masuk kelompok rentan.

“Terutama lansia, ibu hamil, anak-anak dan penderita asma, kami imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker untuk mengurangi paparan asap,” jelasnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap, Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh juga telah menyediakan rumah oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen akibat dampak karhutla.

Afrizal berharap bantuan air bersih tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian tenaga kesehatan terhadap kondisi masyarakat.

“Alhamdulillah, Puskesmas Sungai Pinyuh sudah menyalurkan kurang lebih 10.000 liter air bersih di beberapa titik di wilayah Kelurahan Sungai Pinyuh. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan menjadi bentuk nyata kepedulian seluruh staf Puskesmas terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Berikut versi baru untuk media online, dengan judul, alur, dan gaya penulisan yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan seluruh fakta utama dari bahan:

Puskesmas Sungai Pinyuh Bergerak Atasi Krisis Air Bersih di Tengah Karhutla

MEMPAWAH – Kondisi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih mendorong Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh mengambil langkah nyata membantu masyarakat. Sebanyak kurang lebih 10.000 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah titik di wilayah Kelurahan Sungai Pinyuh.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari kepedulian jajaran Puskesmas terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah kondisi kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

PJ Kepala Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh, Afrizal, SKM, mengatakan peran fasilitas kesehatan tidak sebatas menangani masyarakat yang telah mengalami gangguan kesehatan. Puskesmas juga memiliki tanggung jawab dalam melakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah munculnya berbagai persoalan kesehatan.

“Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, kami tidak hanya memberikan pelayanan ketika masyarakat sudah sakit. Upaya promotif dan preventif juga menjadi bagian penting dari tugas kami,” ujar Afrizal.

Menurutnya, ketersediaan air bersih memiliki kaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Air diperlukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi, memasak, mencuci hingga menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Keterbatasan air dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diare dan penyakit lain yang berkaitan dengan kualitas air serta sanitasi yang kurang baik,” katanya.

Afrizal menyebut bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian seluruh staf Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh terhadap warga yang terdampak kekurangan air akibat kemarau berkepanjangan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menghadapi kondisi tersebut secara bersama-sama dengan menghemat penggunaan air dan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Mari kita bersama-sama menghadapi kondisi kekurangan air bersih ini dengan tetap tenang, saling membantu dan menggunakan air secara bijak,” pesannya.

Selain menghemat air, masyarakat juga diminta tetap memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Afrizal menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan menggunakan sabun serta memastikan air yang hendak dikonsumsi telah diolah dengan baik.

Di sisi lain, kondisi karhutla yang terjadi juga membawa persoalan lain berupa penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang masuk kelompok rentan.

“Terutama lansia, ibu hamil, anak-anak dan penderita asma, kami imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker untuk mengurangi paparan asap,” jelasnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap, Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh juga telah menyediakan rumah oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen akibat dampak karhutla.

Afrizal berharap bantuan air bersih tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian tenaga kesehatan terhadap kondisi masyarakat.

“Alhamdulillah, Puskesmas Sungai Pinyuh sudah menyalurkan kurang lebih 10.000 liter air bersih di beberapa titik di wilayah Kelurahan Sungai Pinyuh. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan menjadi bentuk nyata kepedulian seluruh staf Puskesmas terhadap masyarakat,” pungkasnya.